KPU Pontianak Tetapkan Nomor Urut Paslon Peserta Pilkada

0
12
Kantor KPU Kota Pontianak (foto: istimewa)

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – KPU Kota Pontianak, menetapkan nomor urut dan daftar pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Pontianak tahun 2018, yang diikuti oleh tiga peserta, Selasa (13/2).

“Penetapan nomor urut pasangan calon peserta Pilwako Pontianak kami lakukan dengan sistem undian, yang dipilih sendiri oleh peserta Pilwako,” kata Ketua KPU Kota Pontianak, Sujadi di Pontianak.

Dalam penetapan nomor urut tersebut, pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Pontianak tahun 2018 ditentukan dalam rapat pleno terbuka penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon Pilwako Pontianak.

“Yaitu pasangan calon Hary Adrianto dan Yandi mendapat nomor urut satu, kemudian disusul Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan nomor urut dua, dan Satarudin dan Alpian Aminardi mendapat nomor urut tiga,” ungkap Sujadi.

Ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali Kota Pontianak, yakni nomor urut satu Hary Adrianto dan Yandi diusung oleh PPP, PAN, Hanura atau sebanyak 12 kursi, kemudian Edi Rusdi Kamtono dan Bahasan didukung oleh Golkar, Nasdem, Gerindra, Demokrat, PKPI atau sebanyak 20 kursi, dan nomor urut tiga Satarudin dan Alpian Aminardi diusung oleh PDI Perjuangan, PKB atau sebanyak 11 kursi.

Sementara itu, dalam sambutannya calon wali Kota Pontianak nomor urut satu, Hary Adrianto menyatakan, semoga dengan mendapat nomor urut satu, maka sebagai tanda-tanda kemenangan pada Pilwako Pontianak mendatang.

“Kami optimistis, bisa memenangkan pertarungan pada Pilwako Pontianak, karena masyarakat Pontianak membutuhkan perubahan, yakni pemimpin baru yang muda,” ujarnya.

Calon wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (incumbent) menyatakan, alhamdulillah mendapat urut dua, yang artinya nomor keseimbangan antara jasmani dan rohani, yang artinya lanjutkan.

Sementara itu, calon wali Kota Pontianak nomor urut tiga, Satarudin menyatakan, berdiri dalam bidang politik, ekonomi dan kebudayaan. (Ant/SU03)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....