KPU NTT Akan Perbaiki Format Debat Pilkada

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Juru Bicara Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yosafat Koli mengatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan seperlunya pada format debat calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada acara debat kedua.

“Paling tidak, ada ruang bagi pasangan calon untuk saling berdebat tentang visi misi dan program yang ditawarkan kepada masyarakat dalam acara debat,” kata Yosafat Koli  melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/4).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan acara debat perdana pasangan calon pada Kamis, (5/4) malam, yang dinilai kurang greget dan tidak ada ruang saling bertanya dan koreksi terhadap visi misi calon sebagaimana lazimnya sebuah forum debat.

Menurut dia, format debat seharusnya nampak pada segmen ketiga acara debat yang disiarkan secara langsung INews TV itu, tetapi kemungkinan kurang menggigit.

“Pada segmen tiga konsep saling debat harusnya terlihat di situ, cuma tidak menggigit, mungkin di debat berikutnya kita lakukan perbaikan format debatnya,” katanya.

“Paling tidak nampak debat antar pasangan calon. Yang harus di jaga bersama adalah format yang tidak membuat kesan debat kusir pasangan calon,” lanjutnya.

Karena itu, KPU akan melakukan evaluasi terhadap acara debat perdana dan melakukan pembenahan seperlunya, katanya.

Pengamat pertanian dari Universitas Nusa Cendana Kupang Leta Rafel Levis mengatakan dalam debat terbuka pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada Kamis (5/4) malam, masing-masing pihak masih menjaga perasaan lawan.

“Akibatnya, yang terjadi dalam debat yang disiarkan langsung iNews TV Jakarta itu lebih banyak kompromistis dan tidak greget. Memang sangat disayangkan,” katanya dalam percakapan dengan Antara di Kupang.

Leta Rafael melihat apa yang terjadi pada Kamis (5/4) malam, bukanlah sebuah debat antar calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT, tetapi lebih bersifat kompromistis karena masing-masing pihak saling menjaga perasaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER