KPU Lebak Tolak Balon Perseorangan

0
9
Kantor KPU Lebak (foto: istimewa)

LEBAK, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak, Banten menolak bakal calon (balon) jalur perseorangan, yakni pasangan Cecep Sumarno-Didin Saprudin pada Pilkada.

Ketua KPU Kabupaten Lebak Ahmad Saparudin di Lebak, Kamis (15/2), mengatakan penolakan jalur independen itu karena berkas form BB-KWK dan B2-KWK tidak dilampirkan saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati.

“Berdasarkan peraturan KPU syarat pencalonan dan syarat calon kepala daerah tentu harus memiliki keabsahan saat pendaftaran, diantaranya surat pernyataan pencalonan berkas Form BB-KWK juga kesesuain visi misi calon,” katanya.

Namun, pasangan jalur perseorangan Cecep-Didin tidak melengkapi berkas tersebut.

Padahal, dua syarat itu harus terpenuhi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati.

Oleh karena itu, KPU setempat menolak pasangan Cecep-Didin karena tidak memenuhi syarat calon kepala daerah yang berlangsung 27 Juni 2018.

“Penolakan berkas jalur perseorangan itu sudah dikembalikan kepada mereka,” ujarnya.

Menurut dia, pengembalian berkas dukungan Cecep-Didin karena dinilai tidak lengkap juga tak memenuhi syarat sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati.

Pendaftaran calon kepala daerah jalur perseorangan tahap kedua dibuka 12-14 Februari 2018 setelah putusan Panwaslu Lebak nomor 03/Ps.Pilkada/panwas-Lbk/I/2018.

Sebetulnya, pasangan perseorangan daftar di hari pertama Senin (12/2) jika berkasnya tidak lengkap, tentu ada waktu perbaikan.

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....