Jelang Pilgub, Polresta Surakarta Tingkatkan Patroli Siber

0
35
kampanye hitam
Stop Kampanye Hitam. (Ilustrasi)

SOLO, SERUJI.CO.ID – Tim Satgas Antikampanye Hitam (black campaign) di Polres Kota Surakarta terus meningkatkan kegiatan patroli siber untuk menetralisasi pengaruh negatif berita bohong di media sosial menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 Jawa Tengah.

“Tim Satgas ini, bekerja mulai proses tahapan Pilkada serentak 2018 hingga Pilpres 2019 yang dipusatkan di Posko 2 Polresta Surakarta,” kata Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai, di Solo, Jumat (12/1).

Menurut Andy Rifai, tim Satgas Antikampanye Hitam tersebut dioperasikan dengan tujuannya untuk mengantisipasi ada laporan jika dari salah satu pihak pada proses kampanye Pilgub atau Pilkada, ada upaya melakukan kecurangan dengan membagikan berita bohong di medsos, memfitnah, dan memojokan salah satu pasangan calon.

Selain itu, kata Andy Rifai misal dari pihak peserta pasangan dalam proses kampanye menyebar isu-isu yang dapat mencemaskan masyarakat.

Tim Satgas tersebut akan terus meningkatkan patroli siber, sehingga bila ada akun atau pihak lain melakukan kampanye black campaign, maka dapat segera ditindaklanjuti.

Pihaknya bekerja selama 24 jam secara bergantian melakukan patroli siber, tetapi hingga sekarang belum ada laporan soal proses Pilkada di wilayah Surakarta yang menyebarkan berita bohong.

“Kami sesuai petunjuk pimpinan Polri untuk mengawasi jalannya Pilkada atau Pilgub serentak di wilayah Surakarta,” katanya.

Pihaknya dalam menindaklanjuti harus menunggu adaya laporan dari masyarakat, terkait adanya pelanggaran pemilu yang sudah diatur dalam Undang-Undang. Hal ini, harus melalui Panwaslu dan Bawaslu untuk menganalisa apakah laporan dapat dilanjutkan proses hukum atau tidak.

“Kami mengfasilitasi sebanyak 16 unit perlengkapan komputer dengan petugas yang cukup dalam mengantispasi black campaign,” katanya.

Tim anti Black Campaign bekerja sifatnya mendeteksi, jika ada indikasi berita fitnah dapat dilakukan penetralan. Namun, jika dalam penyelidikan ternyata betul berita bohong yang membuat resah masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan proses hukum.

Menurut dia, pihaknya sudah menyerukan kepada anggota selama Pilkada tidak boleh berpihak kepada salah satu pasanga, dan semuanya harus netral. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPK Tahan Zumi Zola

Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Kesehatan Zumi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Muhammad Farizi, kuasa Hukum Gubernur Jambi Zumi Zola membeberkan terkait kondisi kesehatan kliennya itu selama ditahan di Rutan Cabang KPK di...
Mahkamah Agung

Voting Dua Putaran, Sunarto Terpilih Sebagai Wakil Ketua MA

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Kamar Pengawasan di Mahkamah Agung (MA) Sunarto, terpilih sebagai Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial melalui sistem voting dua putaran. "Dr H...
ASEAN

Singapura Akhirnya Setujui Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

SINGAPURA, SERUJI.CO.ID - Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono mengatakan sepuluh negara anggota ASEAN menyetujui keanggotaan Timor Leste, namun prosesnya masih membutuhkan...

Indonesia-Papua Nugini Sepakat Perkuat Kerja Sama Perbatasan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sepakat untuk memperkuat kerja sama perbatasan, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang...

Siapapun Cawapres Jokowi, Nasdem Komitmen Tetap Berkoalisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Jhonny G Plate menegaskan bahwa partai tetap berkomitmen dalam koalisi pemerintahan setelah Jokowi mengumumkan sosok bakal calon...