Jaksa Agung: Selama Pilkada, Kasus Calon Kepala Daerah Diendapkan

0
36
Jaksa Agung
Jaksa Agung HM Prasetyo usai rapat bersama dengan Komisi III, Rabu, 11/10/2017. (foto:Fajar/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jaksa Agung RI HM Prasetyo menyatakan proses hukum para calon kepala daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, diendapkan dahulu.

“Selama proses pilkada berlangsung, kita endapkan dahulu termasuk kasus apapun (lapor melapor selama pilkada) kecuali Operasi Tangkap Tangan (OTT), itu lain lagi ceritanya,” katanya di Jakarta, Jumat.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan komitmen kejaksaan ingin menjaga setiap tahap pilkada agar berjalan aman dan tenteram.

“Itu komitmen untuk tidak melakukan proses hukum khususnya kepada para pasangan yang mengikuti pilkada,” ucapnya.

Dikatakan, hukum itu untuk kemanfaatan.

“Kalau proses selama pilkada ada kegaduhan, penyidikan dipanggil (calon kepala daerah) jadi saksi atau tersangka, apa tidak gaduh itu. Manfaatnya di mana? pilkada membutuhkan biaya besar. Kalau mantan paslon atau sudah jadi sekalipun seusai pilkada, akan dilanjutkan kembali,” tuturnya.

Terkait dalam pelaksanaan pilkada, ia menyatakan kejaksaan tergabung dalam sentral Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang baik di tingkat pusat maupun di daerah, yang terdiri dari Mabes Polri, Kejagung dan Bawaslu untuk tingkat pusat.

“Panwaslu dengan tingkat daerah,” ujarnya.

Semuanya, kata dia, bekerja untuk mengawal pelaksanaan pilkada.

“Nanti kalau bawaslu menemukan pelanggaran akan menyerahkan ke penyidik polisi, hasilnya diserahkan kepada kejaksaan,” katanya.

Pihaknya juga menyiapkan jaksa intelijen yang memanfaatkan jaringan intelijen.

“Sekarang ada forum intelijen daerah, mereka akan bekerja sama supaya intinya pilkada berjalan aman,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan kejaksaan juga akan membentuk posko pemantauan penegakan hukum. “Kita persiapkan jaksa khusus yang nantinya akan ditugaskan dalam bersama tiga unsur tadi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan perkara pilkada harus dibatasi selama 51 hari.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk dewasa dalam menghadapi pesta demokrasi, artinya harus siap menang dan siap kalah. Kemudian para elit politiknya, harus menyejukkan para pendukungnya.

“Jangan salah pilih itu konsekuensinya selama lima tahun, nasib kita digantungkan kepada pemimpin,” katanya. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPK Tahan Zumi Zola

Kuasa Hukum Beberkan Kondisi Kesehatan Zumi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Muhammad Farizi, kuasa Hukum Gubernur Jambi Zumi Zola membeberkan terkait kondisi kesehatan kliennya itu selama ditahan di Rutan Cabang KPK di...
Mahkamah Agung

Voting Dua Putaran, Sunarto Terpilih Sebagai Wakil Ketua MA

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Kamar Pengawasan di Mahkamah Agung (MA) Sunarto, terpilih sebagai Wakil Ketua MA bidang Non-Yudisial melalui sistem voting dua putaran. "Dr H...
ASEAN

Singapura Akhirnya Setujui Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

SINGAPURA, SERUJI.CO.ID - Wakil Tetap RI untuk ASEAN Ade Padmo Sarwono mengatakan sepuluh negara anggota ASEAN menyetujui keanggotaan Timor Leste, namun prosesnya masih membutuhkan...

Indonesia-Papua Nugini Sepakat Perkuat Kerja Sama Perbatasan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah Indonesia dan Papua Nugini sepakat untuk memperkuat kerja sama perbatasan, seperti disampaikan dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang...

Siapapun Cawapres Jokowi, Nasdem Komitmen Tetap Berkoalisi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Jhonny G Plate menegaskan bahwa partai tetap berkomitmen dalam koalisi pemerintahan setelah Jokowi mengumumkan sosok bakal calon...