Jaksa Agung: Selama Pilkada, Kasus Calon Kepala Daerah Diendapkan

0
58
Jaksa Agung
Jaksa Agung HM Prasetyo usai rapat bersama dengan Komisi III, Rabu, 11/10/2017. (foto:Fajar/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Jaksa Agung RI HM Prasetyo menyatakan proses hukum para calon kepala daerah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, diendapkan dahulu.

“Selama proses pilkada berlangsung, kita endapkan dahulu termasuk kasus apapun (lapor melapor selama pilkada) kecuali Operasi Tangkap Tangan (OTT), itu lain lagi ceritanya,” katanya di Jakarta, Jumat.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan komitmen kejaksaan ingin menjaga setiap tahap pilkada agar berjalan aman dan tenteram.

“Itu komitmen untuk tidak melakukan proses hukum khususnya kepada para pasangan yang mengikuti pilkada,” ucapnya.

Dikatakan, hukum itu untuk kemanfaatan.

“Kalau proses selama pilkada ada kegaduhan, penyidikan dipanggil (calon kepala daerah) jadi saksi atau tersangka, apa tidak gaduh itu. Manfaatnya di mana? pilkada membutuhkan biaya besar. Kalau mantan paslon atau sudah jadi sekalipun seusai pilkada, akan dilanjutkan kembali,” tuturnya.

Terkait dalam pelaksanaan pilkada, ia menyatakan kejaksaan tergabung dalam sentral Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang baik di tingkat pusat maupun di daerah, yang terdiri dari Mabes Polri, Kejagung dan Bawaslu untuk tingkat pusat.

“Panwaslu dengan tingkat daerah,” ujarnya.

Semuanya, kata dia, bekerja untuk mengawal pelaksanaan pilkada.

“Nanti kalau bawaslu menemukan pelanggaran akan menyerahkan ke penyidik polisi, hasilnya diserahkan kepada kejaksaan,” katanya.

Pihaknya juga menyiapkan jaksa intelijen yang memanfaatkan jaringan intelijen.

“Sekarang ada forum intelijen daerah, mereka akan bekerja sama supaya intinya pilkada berjalan aman,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan kejaksaan juga akan membentuk posko pemantauan penegakan hukum. “Kita persiapkan jaksa khusus yang nantinya akan ditugaskan dalam bersama tiga unsur tadi,” imbuhnya.

Ia menyebutkan perkara pilkada harus dibatasi selama 51 hari.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk dewasa dalam menghadapi pesta demokrasi, artinya harus siap menang dan siap kalah. Kemudian para elit politiknya, harus menyejukkan para pendukungnya.

“Jangan salah pilih itu konsekuensinya selama lima tahun, nasib kita digantungkan kepada pemimpin,” katanya. (Ant/SU05)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Terima Zohri di Istana, Presiden Jokowi: Dia Orang Besar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Akhirnya juara dunia lari 100 meter U-20, Lalu Muhammad Zohri bertemu dengan Presiden Jokowi. Pertemuan Zohri dengan Presiden yang berlangsung di Istana...
rupiah

Rupiah Makin Mengkhawatirkan, Hari ini Terjerembab di Rp14.422

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis (19/7) sesi pembukaan pagi kembali turun 8 poin, menjadi Rp14.422 per dolar...
Idrus Marham

Idrus Marham Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap PLTU Raiu-1

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Kamis (19/7) memeriksa Menteri Sosial, Idrus Marham, sebagai saksi dalam penyidikan kasus suap terkait...

Presiden Jokwi dan Wapres JK Jenguk SBY di RSPAD Gatot Subroto

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjenguk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, hari ini,...

Masih Belum Temukan 12 Surat Tanah, PLN Area Dumai Akan Urus Surat Pengganti

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID - Setelah berusaha mencari dan dua kali berturut-turut PT PLN (Persero) Area Dumai mengumumkan kehilangan sejumlah Sertifikat dan Surat Tanah lewat media,...