Inilah 5 Calon Kepala Daerah Terkaya dalam Pilkada Serentak 2018

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Calon Kepala Daerah yang akan bertarung dalam pilkada serentak 2018 diwajibkan melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai salah satu syarat untuk pencalonan.

Hingga hari terakhir pelaporan LHKPN, telah tercatat sebanyal 1.160 calon kepada daerah yang melaporkan kekayaannya ke KPK. Dari jumlah tersebut terdapat 5 calon kepada daerah dengan harta kekayaan yang jumlahnya cukup fantastis.

Berikut data 5 kepada daerah dengan jumlah kekayaan terbesar, yang diambil dari halaman Pantau Pilkada di website KPK.go.id.

Kepala daerah paling tajir dipegang oleh calon Wakil Gubernur Sumatera Utara yang diusung PDIP dan PPP, Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus. Sihar memiliki pundi-pundi kekayaan yang sangat fantastis, Rp350 miliar, atau tepatnya Rp350.887.340.551,-. Dalam pilgub Sumut 2018 ini, Sihar berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, mantan Gubernur DKI Jakarta pengganti Ahok.

Diurutan kedua, dengan kekayaan mencapai Rp205.149.000.000,- ditempati Andi Ikhzan Abd Muthalib, calon Walikota Palopo, Sulawesi Selatan.

Ketiga, Andi Muhammad Nurdin Halid-Calon Gubernur Sulawesi Selatan dengan nilai kekayaan mencapai Rp167.689.362.322,-.

Keempat, calon Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dengan nilai kekayaan mencapai Rp149.470.468.326,-

Dan ditempat kelima, dengan harta yang juga melimpah mencapai Rp95.153.681.298,- ditempati oleh calon Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-Angin. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Selesai ?

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER