Haedar Nashir: Hindari Pemeo, Dipilih Rakyat tapi Jadi Kepala Daerah Konglomerat

YOGYAKARTA- Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 baru saja berlangsung. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa kepala daerah yang terpilih dalam pilkada telah menjadi kepala-kepala daerah yang memperoleh mandat rakyat secara demokratis.

Haedar berpesan, agar kepala daerah yang terpilih menjadikan mandat rakyat tersebut sebagai komitmen dan tanggungjawab moral maupun politik untuk sebesar-besarnya melindungi,  memajukan, dan menyejahterakan rakyat. “Para kepala daerah terpilih jangan menganggap enteng dan bermain-main dengan amanat rakyat yang memilihnya,” tegas Haedar, Kamis (16/2).

Lanjut Haedar, jangan sampai ketika kampanye begiturupa dekat dan ingin merebut hati rakyat, begitu terpilih menjauhi rakyat. “Jauhi apa yang sekarang ini menjadi pameo publik, dipilih rakyat tapi jadi kepala daerah konglomerat,” ungkap Haedar.

Artinya kelihatannya pejabat publik itu dekat dan terpilih karena rakyat, tetapi selama memimpin malah berubah menjadi konglomerat atau berhutang budi kepada konglomerat. Lebih jauh lagi menjadi pembawa kepentingan konglomerat atau pihak lain yang menggadaikan dan merugikan hajat hidup dan nasib rakyat. “Publik bahkan sudah banyak yang sinis dengan berseloroh, “menggusur rakyat demi konglomerat”,” imbuh Haedar.

Haedar percaya jika masih banyak kepala daerah di negeri ini, termasuk yang terpilih dalam pilkada 2017, yang berjiwa negarawan dan benar-benar tulus untuk memajukan dan mengangkat nasib rakyat. “Rawatlah sikap yang positif seperti itu sebagai bukti mencintai bangsa dan negara yang dengan susah payah diperjuangkan para pendahulu dan pendiri bangsa kita,” terang Haedar.

Haedar berharap agar para kepala daerah yang terpilih dapat menjadi kepala daerah yang mandiri dan bukan  jadi boneka siapapun. “Berbuatlah sepenuh hati untuk rakyat, insya Allah rakyat pun akan mencintai para pemimpinnya, serta Dzat Yang Maha Kuasa pun akan melimpahkan berkah-Nya,” tutup Haedar.

EDITOR: Yus Riza

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.