Haedar Nashir: Hindari Pemeo, Dipilih Rakyat tapi Jadi Kepala Daerah Konglomerat

0
65

YOGYAKARTA- Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 baru saja berlangsung. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa kepala daerah yang terpilih dalam pilkada telah menjadi kepala-kepala daerah yang memperoleh mandat rakyat secara demokratis.

Haedar berpesan, agar kepala daerah yang terpilih menjadikan mandat rakyat tersebut sebagai komitmen dan tanggungjawab moral maupun politik untuk sebesar-besarnya melindungi,  memajukan, dan menyejahterakan rakyat. “Para kepala daerah terpilih jangan menganggap enteng dan bermain-main dengan amanat rakyat yang memilihnya,” tegas Haedar, Kamis (16/2).

Lanjut Haedar, jangan sampai ketika kampanye begiturupa dekat dan ingin merebut hati rakyat, begitu terpilih menjauhi rakyat. “Jauhi apa yang sekarang ini menjadi pameo publik, dipilih rakyat tapi jadi kepala daerah konglomerat,” ungkap Haedar.

Artinya kelihatannya pejabat publik itu dekat dan terpilih karena rakyat, tetapi selama memimpin malah berubah menjadi konglomerat atau berhutang budi kepada konglomerat. Lebih jauh lagi menjadi pembawa kepentingan konglomerat atau pihak lain yang menggadaikan dan merugikan hajat hidup dan nasib rakyat. “Publik bahkan sudah banyak yang sinis dengan berseloroh, “menggusur rakyat demi konglomerat”,” imbuh Haedar.

Haedar percaya jika masih banyak kepala daerah di negeri ini, termasuk yang terpilih dalam pilkada 2017, yang berjiwa negarawan dan benar-benar tulus untuk memajukan dan mengangkat nasib rakyat. “Rawatlah sikap yang positif seperti itu sebagai bukti mencintai bangsa dan negara yang dengan susah payah diperjuangkan para pendahulu dan pendiri bangsa kita,” terang Haedar.

Haedar berharap agar para kepala daerah yang terpilih dapat menjadi kepala daerah yang mandiri dan bukan  jadi boneka siapapun. “Berbuatlah sepenuh hati untuk rakyat, insya Allah rakyat pun akan mencintai para pemimpinnya, serta Dzat Yang Maha Kuasa pun akan melimpahkan berkah-Nya,” tutup Haedar.

EDITOR: Yus Riza

 

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Sri Untari

Jadi Cawagub Khofifah, PDIP Akan Pecat Emil Dardak Sebagai Kader

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - PDI Perjuangan akan memecat dengan mencabut kartu tanda anggota (KTA) Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader partai. Hal ini dilakukan...

Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan. Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan...
sawah tercemar

Diberi Dana Tali Asih, Petani Tetap Tuntut PT Mitrabara Bayar Ganti Rugi Yang Sesuai

MALINAU, SERUJI.CO.ID - PT Bara Dinamika Muda Sukses (BDMS) menyerahkan dana tali asih sebesar Rp500 juta kepada petani sebagai bentuk ucapan permohonan maaf atas tercemarnya...

KANAL WARGA TERBARU

skripsi

Ingin Tulisan “WARGA SERUJI” Dibaca Banyak Pengunjung? Cobalah Trik Ini

SERUJI.CO.ID - Untuk menghasilkan tulisan yang enak dibaca dan membuat pembaca selalu menanti tulisan-tulisan anda di kanal "WARGA SERUJI", saya coba berikan sedikit petunjuk...
follow-leader

Menjadi Seorang Pemimpin

Seorang leader/pemimpin harus memiliki jiwa melayani. Pemimpin yang baik berasal dari pengikut yang baik. Cara menjadi pengikut yang baik adalah dengan mendengar, menjadi seorang...

KAPAN PEMIMPIN HARUS DIPATUHI ?

Luthfi Bashori Suatu saat Rasulullah SAW mengirim satu pasukan dan mengangkat seorang Anshar sebagai pemimpin, serta memerintahkan agar seluruh pasukan mematuhi pemimpinnya. Di tengah jalan, tiba-tiba...