Giat Tarik Minat Masyarakat, KPU Targetkan 77,5 Persen Pemilih di Pilkada 2018

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan 77,5 persen masyarakat pemilih di Pilkada 2018.

Ketua KPU Jawa Timur, Eko Sasmito mengatakan di Pilkada 2018 pihaknya optimis menargetkan 77,5 persen pemilih itu akan tercapai karena itu pihaknya giat melakukan sosialisasi.

“Jika ada yang menganggap kalau target itu terlalu optimis, maka saya pikir kawan-kawan mempunyai tugas untuk ikut meningkatkan partisipasi,” ujar Eko kepada awak media di Unair Surabaya, Senin (12/3).

Eko mengaku, saat ini pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi di seluruh daerah khususnya menyasar hampir berbagai kalangan

“Selain mahasiswa, kami juga bersosialisasi kepada nelayan, petani hingga masyarakat di daerah pedesaan, karena target kami 77,5 persen,” ungkapnya.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Suko Widodo menilai sosialisasi yang dilakukan KPU masih kurang, karena mahasiswa berharap partai politik dan kandidat turut hadir memberikan pendidikan politik.

“Kami menilai tidak cukup kalau KPU sendiri hanya bersosialisasi, karena kami rindu dengan parpol yang lama tidak muncul ke kampus (Unair) untuk mensosialisasikan program kerja dan pendidikan politik,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum RI pada sosialisasi melalui kegiatan “KPU Goes To Campus” di Universitas Airlangga Surabaya, Senin (12/3), mengajak kalangan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pemilihan umum.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan, kegiatan yang dilakukan pertama kali itu adalah salah satu cara pihaknya untuk melakukan sosialisasi yang melibatkan anak muda dilibatkan dalam kepemiluan. Selain menemui kelompok masyarakat perempuan, nelayan, petani dari berbagai asosiasi. (Devan/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Soal Publikasi Reuni 212: Kebebasan Pers di Era Media Sosial

Reuni 212 jelas peristiwa besar, jika dilihat banyaknya massa yang berkumpul. Ia juga jelas peristiwa besar jika dilihat dari tertib dan disiplin massa itu. Namun jelas pula Reuni 212 bukan peristiwa netral.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.