DPR Apresiasi Kominfo Ajak Medsos Konten Positif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyari mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang mengajak platform media sosial menyebarkan konten positif, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

“Kami sambut baik untuk konten positif namun kami harap ini untuk seterusnya,” kata Abdul Kharis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/1).

Abdul Kharis menilai langkah Kemenkominfo tersebut sudah tepat namun seharusnya tidak hanya ketika mau diadakan Pilkada serentak, namun seterusnya agar kehidupan bernegara berjalan kondusif.

Selain itu menurut dia agar tidak banyak beredar lebih banyak berita bohong atau “hoax”, tidak beredar banyak ujaran kebencian sehingga tidak ada yang dirugikan.

“Ketika ada nota kesepahaman itu merupakan langkah baik dan harapan kami berjalan seterusnya agar Indonesia bebas dari ‘hoax’ dan ujaran kebencian. Energi kita dipakai untuk membangun negara bukan untuk menanggapi polemik,” katanya.

Politisi PKS itu menilai kebebasan dalam era demokrasi dibatasi oleh hak orang lain sehingga apa yang dilakukan seseorang tidak “menabrak” hak orang lain.

Dia berharap masyarakat lebih memahami bahwa setiap warga harus saling menghormati terhadap hak masing-masing sehingga tidak menyebarkan berita “hoax” dan tidak melakukan ujaran kebencian.

Sebelumnya, sejumlah platform media sosial akan dilibatkan dalam memberantas kampanye hitam selama berjalannya proses Pilkada Serentak 2018 serta Pemilu 2019.

“Kita ketahui bahwa media sosial adalah platform yang pastinya akan digunakan dalam proses pemilihan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/1) malam.

Kemkominfo, tutur dia, memiliki tugas dan tanggung jawab berdasarkan undang-undang dan regulasi dalam melindungi konten.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER