Di Solo, 1.016 Petugas Dikerahkan untuk Coklit Pilkada 2018


SOLO, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada secara serentak. Di Kota Solo, sebanyak 1.016 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) diterjunkan guna melakukan Coklit Pilkada 2018.

Ketua KPU Solo Agus Sulistyo mengemukakan, mereka akan bertugas selama satu bulan lamanya. “Mulai 20 Januari 2018 hingga 18 Februari 2018,” ungkapnya.

Ia menambahkan, satu orang petugas ditarget dapat mencoklit lima rumah dalam satu hari. Petugas mendatangi rumah serta menanyakan beberapa data pada calon pemilih di Pilgub 2018.

“Antara lain data mengenai KK, nomor induk, tanggal lahir serta nama. Akan dicocokkan apakah sesuai dengan data,” beber dia.

Selain mencocokkan data, petugas juga akan meneliti adakah pemilih yang tidak lagi sesuai dengan data pemilih. “Misalnya mencoret TNI atau Polri. Dan sekaligus mendata pemilih- pemilih pemula,” ujarnya.

KPU Surakarta mencatat, jumlah Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) di Solo yakni 413.726. Sedangkan jumlah pemilih pemula 22.259 pemilih.

Jika petugas rampung melakukan coklit, rumah akan ditempeli stiker bertanda khusus. Yang berarti penghuni rumah tersebut telah dicoklit dan terdaftar sebagai calon pemilih di Pilkada. (Vita Kurnia/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

close