Demiz: Pilkada Sebagai Pesta Demokrasi Bukan Pemecah Belah

0
64
Plt Gubernur dari Polisi
Deddy Mizwar. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) meminta semua pihak untuk menjadikan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018 sebagai pesta demokrasi, bukan sebaliknya menjadi sarana pemecah belah kesatuan masyarakat.

“Bahkan sekarang terjadi polarisasi peristiwa Jakarta (Pilkada) ke Jawa Barat. Ini tidak bisa dipungkuri,” kata Demiz saat menjadi pembicara dalam Expert Meeting “Menyongsong Pilkada Serentak yang Berkualitas di Lumbung Suara” di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Senin (27/11).

Dalam paparannya, Demiz ingin Pilkada menjadi momentum untuk pesta demokrasi rakyat, bukan pemecah belah masyarakat.

Loading...

“Saya kira kita harus melihat ini (Pilkada) betul-betul pesta demokrasi, enjoy. Bukan menciptakan perpecahan dalam masyarakat, apalagi seperti (Pilkada) Jakarta yang lalu.

Menurut Demiz, tidak ada upaya dari para elit politik untuk meredam konflik dampak Pilkada tersebut. Demiz menilai partai politik (parpol) belum mampu membudidayakan berpolitik dengan baik.

Selain itu, politik transaksional juga masih marak terjadi antara parpol atau kontestan Pilkada dengan masyarakat atau pengusaha.

Untuk itu, pada kesempatan ini Demiz mengajak kepada semua pihak agar menjadikan Pilkada sebagai ajang pesta demokrasi melalui kemeriahan politik yang santun dan damai.

Ia mengatakan Pilkada harus mencerminkan bahwa perjalanan demokrasi bangsa ini semakin maju, sehat, dan berkualitas.

“Ketika kampanye tahun 2013 lalu saya pernah mengatakan bahwa Pilkada ini, Pemilihan Gubenur ini tidak terlalu penting dalam hidup kita karena tidak berpengaruh secara langsung untuk kalian masuk surga atau neraka,” kata dia.

“Yang penting itu bagaimana menjalin silaturahim di antara kalian dalam Pilkada ini dan itu berhubungan langsung dengan kalian masuk surga atau neraka,” lanjut dia.

Dalam paparannya di hadapan para peneliti senior LIPI, Demiz mengambil judul “Menyongsong Pilkada Jawa Barat yang Berkualitas”.

Kualitas demokrasi di zaman now, sebut Demiz, bisa dilihat dari beberapa hal, yang dia sadur dari karya tulis “Keadilan Pemilu (Towards an International Statement of Principles of Electoral Justice, Accra, Ghana, 15 September 2011)”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU