Bawaslu Kudus Temukan Ribuan Nama DPS Terindikasi Ganda


KUDUS, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menemukan sebanyak 1.928 nama pemilih pada daftar pemilih sementara Pilkada 2018 yang terindikasi ganda.

“Dari 1.928 nama pemilih di DPS tersebut, terdapat nama pemilih yang terindikasi ganda lintas desa, lintas kecamatan serta ada yang ganda nama, nomor induk kependudukan (NIK), tanggal lahir serta ada yang ganda nomor KK, NIK, nama maupun tanggal kelahiran,” kata Kepala Bawaslu Kudus Moh. Wahibul Minan di Kudus, Jumat (6/4).

Ia mengatakan ribuan pemilih terindikasi ganda tersebut tersebar di sembilan kecamatan.

Jumlah nama terindikasi ganda terbanyak, terdapat di Kecamatan Jati mencapai 378 nama, sedangkan paling sedikit di Kecamatan Undaan hanya 71 nama.

Dari ribuan data ganda, kata dia, paling banyak mengalami ganda nomor KK, NIK, nama dan tanggal lahir yang tercatat sebanyak 1.650 nama.

Untuk ganda NIK, nama dan tanggal lahir hanya tercatat sebanyak 239 nama. Sedangkan ganda lintas desa tercatat sebanyak 33 nama dan lintas kecamatan tercatat sebanyak enam nama.

Ia mengatakan pencermatan DPS dilakukan melalui aplikasi khusus yang dimiliki Bawaslu maupun secara langsung oleh Pawaslu di tingkat kecamatan dan desa.

Temuan tersebut, lanjut dia, sudah disampaikan kepada KPU Kudus agar ditindak lanjuti.

Sebelumnya, Bawaslu Kudus juga menemukan sebanyak 5.165 data pemilih di DPS Pilkada Kudus 2018 yang dianggap bermasalah.

Di antaranya, terdapat data pemilih ganda sebanyak 3.356 pemilih, selebihnya data pemilih bermasalah karena tidak lengkap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

The SOMAD Power

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close