Bawaslu Bali Ingatkan Calon Tak Umbar Janji

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali mengingatkan bakal calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada 2018, agar tidak mengumbar janji yang muluk-muluk kepada masyarakat.

“Lebih baik mereka menjelaskan visi-misi sebagai calon pemimpin itu seperti apa, daripada mengumbar janji yang terlalu berlebihan,” kata Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia, di Denpasar, Ahad (21/1).

Apalagi, menurut Rudia, kalau sampai berjanji akan memberikan sejumlah uang.

“Itu termasuk ‘money politic’, tentu kami tidak akan tinggal diam terkait janji uang dalam rangka keterpilihan,” ucapnya.

Jajaran pengawas, lanjut dia, kini juga sudah semakin banyak jumlahnya, seiring dengan telah dilantiknya para pengawas pemilihan lapangan (PPL) untuk setiap desa/kelurahan pada semua kabupaten/kota.

“Kami jadi lebih banyak mempunyai mata dan telinga untuk memantau kegiatan para calon, selain partisipasi masyarakat dan media,” ujar mantan jurnalis salah satu koran lokal di Bali itu.

Pihaknya juga kembali mengingatkan para calon dan tim pemenangan agar tidak melibatkan para aparatur sipil negara, perbekel (kepala desa) dan perangkat desa dalam politik praktis terkait bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

“Karena hal itu sudah sangat tegas diatur dalam UU ASN maupun UU Desa, mereka-mereka itu harus netral dan tidak boleh terlibat kegiatan politik praktis sebelum, selama, hingga sesudah tahapan pilkada,” katanya.

Bawaslu Bali pun telah secara tegas meminta kepala daerah, pimpinan/anggota legislatif yang menjadi pengurus parpol, tim kampanye, atau sebutan lainnya untuk tidak menggunakan jabatannya melibatkan ASN maupun mengarahkan program kegiatan yang bersumber dari APBN dan atau APBD untuk kepentingan kelompok dalam Pilkada 2018.

Selain lain, kata Rudia, ketika KPU Bali sudah menetapkan pasangan calon kepala daerah pada pertengahan Februari mendatang, maka pejabat publik yang akan mengikuti kegiatan kampanye, harus cuti. Cuti pada hari kerja, dan pada hari libur tidak boleh mengunakan fasilitas negara yang melekat pada dirinya.

Untuk Pilkada Bali 2018, ada dua bakal pasangan calon yang telah mendaftar ke KPU Bali, yakni Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster-Ketua PHRI Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) yang diusung oleh empat parpol peraih kursi di DPRD Bali, yakni PDIP, Hanura, PAN, dan serta PKPI dengan total dukungan 27 kursi, juga, PKB dan PPP.

Rivalnya, pasangan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Wagub Bali Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai peraih kursi di DPRD Bali, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat dan Nasdem dengan total 28 kursi. Selain itu juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O