close

Alumni Sarang Dukung Ganjar-Yasin

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Alumni Pondok Pesantren Al Anwar, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, membentuk tim pemenangan pasangan bakal calon gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen, yang diberi nama “Santri Gayeng”.

“Pada 15 Januari 2018 kami telah membentuk dan menunjuk koordinator kepengurusan di tiap kabupaten, hari ini lanjut pembentukan struktur kecamatan,” kata Ketua Pelaksana Harian Santri Gayeng Haidar Buchori saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Ahad (21/1).

Ia menjelaskan bahwa selama ini alumni Ponpes Sarang yang didirikan Kiai Haji Maimoen Zubaer telah terwadahi dalam Himpunan Alumni Al-Anwar Sarang (HIMMA), tapi khusus untuk pemenangan pasangan Ganjar-Yasin, telah dibentuk struktur baru dengan nama “Santri Gayeng”.

Menurut dia, “Santri Gayeng” juga akan diperkuat dengan jaringan santri dari dua pondok besar di Kediri, Jawa Timur yakni Ponpes Al Falah Ploso dan Pondok Lirboyo.


“Alumni Ploso dan Lirboyo juga sudah menunggu, tapi karena kami secara resmi belum ‘sowan’ ke sana sehingga kami belum berani membentuk meski teman-teman alumni di sana sudah menunggu,” ujarnya.

Haidar optimistis dengan gerakan dukungan dari para santri akan mampu memenangkan Ganjar-Yasin pada Pilgub Jateng 2018, apalagi alumni Ponpes Sarang saat ini sudah ada sekitar 50 ribu santri dan tersebar di seluruh pelosok Jateng.

“Alumni Sarang itu rata-rata punya ponpes yang santri dan jamaahnya dari ratusan sampai ribuan, ada yang cuma kiai langgar tapi jamaahnya sudah pasti di dua tiga RT, siap bergerak semua,” katanya.

Oleh karena itu, gerakan yang solid dari para santri ini diharapkan akan membawa kemenangan signifikan bagi pasangan Ganjar-Yasin karena tidak hanya kaum santri yang diorganisasi, tapi juga bergerak ke kampung dan lingkungannya masing-masing.

Pilgub Jateng 2018 diikuti dua pasang bakal calon yaitu Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang diusung PDI Perjuangan, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar serta Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PKB. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Pasca Kericuhan 22 Mei, Polda Bali Laksanakan Razia Stasioner

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali melaksanakan...

Tiga Buruh Bangunan Jatuh ke Sungai, Satu Ditemukan Tewas

SUKABUMI, SERUJI.CO.ID - Tiga buruh bangunan yang sedang memasang...

Polres Surakarta Selidiki Kasus Penganiayaan Yang Sebabkan Korban Tewas

SOLO, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Surakarta masih melakukan menyelidikan...

MK Tetap Terima Kelengkapan Data Gugatan Pemilu Meski Libur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) tetap menerima data...

Polres Kapuas Bentuk Tim Dalami Kasus Keracunan Massal

KUALA KAPUAS, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kapuas, Kalimantan Tengah,...

Polisi Masih Tutup Jalan di Depan KPU RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Jalan Imam Bonjol mengarah Jalan HOS...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi