Ulama Doakan Zulkifli Hasan Jadi Presiden 2019

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan didoakan para ulama, kiai, dan masyakarat lainnya di Kabupaten Ciamis dan Kuningan, Jawa Barat, menjadi pemimpin nasional pada Pemilu 2019.

Doa tersebut disampaikan masyarakat saat Zulkifli melakukan kunjungan kerja ke Ciamis dan Kuningan, Ahad (27/5)

Pada kunjungan ke Ciamis, Zulkifli mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda 2, yang disambut langsung oleh pimpinan Ponpes KH Nonop Hanafi bersama para kiai, santri, dan masyarakat sekitar.

KH Nonop Hanafi adalah salah satu inisiator aksi 212 dari Ciamis.

Kemudian di Kabupaten Kuningan, Zulkifli mendatangi pertemuan antara calon Bupati dan calon Wakil Bupati Kuningan dan masyarakat di lokasi wisata Curug Sidomba, Kuningan.

Nonop dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin nasional yang tegas serta berpihak pada ulama dan umat.

“Kalau ulama disakiti pemimpin membela. Kalau umat Islam diperlakukan tidak adil, pemimpin peka. Itu yang umat butuhkan hari ini,” katanya.

Nonop pada kesempatan tersebut secara khusus mendoakan Ketua MPR Zulkifli menjadi pemimpin nasional mendatang.

“Kami doakan semoga Bapak Zulkifli Hasan dapat menjadi pemimpin nasional. Kalau kekuasaan dipegang oleh mereka yang proumat maka semua urusan umat, Insya Allah menjadi mudah,” katanya.

Sementara itu, Zulkifli Hasan menyampaikan terima kasih untuk doa para ulama dan kiai di Ciamis, dengan harapan umat Islam di Indonesia bisa bersatu, rukun, dan damai.

“Kalau ingat aksi damai 212, sampai sekarang saya masih merinding. Dalam aksi damai 212, bagaimana umat Islam bisa kompak satu suara tanpa saling membedakan ormas dan latar belakang lainnya,” katanya.

Zulkifli juga mengingatkan, pada tahun politik saat ini, waktunya masyarakat untuk bersatu dan menjaga persatuan bangsa.

Kemudian, saat Zulkifli mendatangi pertemuan antara Cabup-Cawabup Kabupaten Kuningan Dudi-Udin, masyarakat yang hadir langsung meneriakkan yel-yel “Zulkifli Hasan Presiden, Zulkifli Hasan Presiden”.

Kemudian, pada saat Zulkifli Hasan akan menyampaikan sambutan, pembawa acara juga mengulangi lagi yel-yel tersebut. (Ant/Su02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER