Tuduh SBY Gunakan Aparat di Pilpres 2004 dan 2009, Demokrat: PDIP Panik dan Berhalusinasi

0
105
  • 8
    Shares
Ferdinand Hutahaean, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membantah tuduhan Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun yang mengatakan Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggunakan alat-alat negara untuk memenangkan Pilpres pada tahun 2004 dan 2009.

“Komaruddin Watubun terlihat panik. Bahkan dia menyebut SBY menggunakan intelijen pada Pilpres 2004. Apa dia lupa, saat itu Megawati-lah Presiden yang kembali mencalonkan diri sebagai petahana. Lantas bagaimana ceritanya SBY bisa peralat intelijen 2004?” ujar Ferdinand kepada wartawan di Jakarta, Ahad (24/6).

Sebelumnya, Komaruddin menuding Presiden RI ke-6 SBY menggunakan alat-alat negara untuk memenangkan Pilpres 2004 dan 2009. Hal itu disampaikan Komaruddin membalas tudingan SBY terkait terindikasinya ketidaknetralan Polri, TNI dan BIN dalam gelaran Pilkada serentak 2018.

Loading...

Baca juga: Ditemukan Banyak Ketidaknetralan Polisi, IPW Desak Kapolri Tegaskan Netralitas di Pilkada 2018

Terkait Pilpres 2009, Ferdinand dengan tegas membantah tuduhan Komaruddin bahwa SBY menggerakan aparat negera untuk tidak netral di Pilpres 2009 dengan memasukkan ke tim-tim yang dibentuk untuk memenangkan SBY.

“Halusinasi Komaruddin terlalu berlebihan. Coba cari berita 2009, ada gak kasus ketidak-netralan aparat? Seingat saya tidak ada. Semua itu tuduhan halusinasi Komaruddin saja,” tegasnya.

Baca juga: Panas, PDIP Tuding Balik SBY Terkait Netralitas TNI/Polri

Ferdinan juga menapik tuduhan PDIP yang mengatakan SBY menawarkan posisi pada anggota KPU masa itu, Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati, demi kepentingan Pilpres 2004 dan 2009.

“Itu pilihan politik mereka (Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati, red), bukan (karena) ditawari jabatan oleh SBY,” ujarnya.

Baca juga: SBY Pertanyakan Sikap Pj Gubernur Geledah Rumah Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi

Sementara itu, terkait tudingan Komaruddin yang menuduh peran SBY dalam kasus Antasari Azhar, Ferdinand menganggap Komaruddin sedang bicara omong kosong.

“Terkait Antasari, jelas-jelas Antasari Azhar dibui karena skandal pembunuhan terhadap Nasrudin, bukan karena kasus IT KPU. Omong kosong saja itu isunya karena mau usut kasus IT KPU,” tukas Ferdinan. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU