close

Tidak Mengusung Capres, Demokrat Pilih Sikap Mendukung

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Demokrat akan memilih sikap mendukung calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto atau Jokowi atau memilih opsi lainnya dalam menghadapi pemilu presiden 2019.

“Pilihan tersebut akan dilakukan Demokrat setelah calon presiden Joko Widodo mengumumkan nama pendampingnya,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan pada diskusi “Dialektika Demokrasi” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (12/7).

Menurut Hinca, Partai Demokrat pada Pemilu Presiden 2019 tidak mengusung calon Presiden sehingga memiliki pemilihan bebas dalam menetukan sikapnya.

Partai Demokrat juga melihat, calon Presiden Jokowi saat ini sedang menghadapi pilihan sulit dalam memutuskan siapa figur yang akan mendampinginya pada pemilu Presiden 2019, karena banyaknya partai politik mitra koalisi. “Kalau Pak Jokowi tidak pas memilih pasangannya dan ada partai mitra koalisi yang kecewa, bisa saja ada yang mengalihkan dukungannya,” katanya.


Anggota Komisi I DPR RI itu menambahkan, kalau hal ini terjadi maka akan ada kejadian luar biasa, karena peta dukungan terhadap pasangan Capres-Cawapres akan berubah. “Ada kemungkinan muncul poros ketiga,” katranya.

Hinca menambahkan, berdasarkan hasil survei pemilih yang sudah memutuskan akan memilih Capres Jokowi hanya sekitar 34 persen, sehingga peluang figur lain memenangkan pemilu presiden 2019 masih besar.
Sebaliknya, jika setelah Jokowi mengumumkan Cawapresnya tidak ada partai politik mitra koalisi yang mengalihkan dukungannya, maka Partai Demokrat akan memilih sikap mendukung Capres Prabowo atau Capres Jokowi.

Partai Demokrat, kata dia, mendorong Partai Gerindra dapat mengusung pasangan Capres-Cawapres, sehingga Pemilu Presiden 2019 paling tidak ada dua pasangan yang berkompetisi. “Jangan sampai pemilu Presiden hanya diikuti satu pasangan Capres-Cawapres. Partai-partai politik di Indonesia, harus menegakkan demokrasi,” katanya. (Ant/SU01)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

BPN Tiba di MK, Petugas Tutup Jalan Abdul Moeis

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Aparat gabungan menutup Jalan Abdul Moeis,...

BPN Ajukan Gugatan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon...

Polisi Diminta Mengusut Kasus Pembakaran Mapolsek Tambelangan Hingga Tuntas

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa...

Jokowi Nyatakan Terbuka Untuk Bertemu Dengan Prabowo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menyatakan dirinya selalu terbuka...

Polisi dan TNI Tutup Jalan Menuju Kantor Kementerian dan MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Polisi dan TNI masih menutup sejumlah...

Delapan Kompi Gabungan TNI dan Polri Disiagakan di MK

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian menyiapkan delapan kompi pasukan untuk...

TERPOPULER

Viral: Video Prajurit TNI AD Cegah Polisi Keroyok Peserta Aksi 22 Mei

Diduga video tersebut terkait dengan peristiwa unjuk rasa 22 Mei yang berlangsung di Jakarta, namun tidak diketahui dimana lokasi video tersebut diambil.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi