Terkait Kritik AHY pada Revolusi Mental, Pengamat: Lumrah Kritik Program Yang Tak Sukses

0
74
  • 4
    Shares
AHY
Agus Harimurti Yudhoyono. (foto:Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Zaenal A Budiyono menganggap kritik Agus Harimurti Yudhoyono terhadap program Revolusi Mental yang digaungkan Presiden Jokowi sejak Pilpres 2014, adalah sesuatu yang lumrah.

Menurut Budiyono, dalam demokrasi, partai di luar pemerintahan baik sebagai oposisi ataupun penyeimbang memiliki pijakan kuat, baik dari sisi konstitusional maupun tradisi demokrasi untuk memberikan kritik kepada penguasa.

“Dengan kata lain, masukan atau kritik dari Agus Harimurti Yudhoyono tentang program-program pemerintah yang kurang sukses merupakan fenomena lumrah, normal dan bagian dari dialektika berbangsa,” kata Budiyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima SERUJI, Ahad (17/6).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pria yang akrab disapa AHY tersebut mengkritik program Revolusi Mental Presiden Jokowi dalam orasi politik yang disampaikannya di acara Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (9/6) lalu.

AHY mempertanyakan program Revolusi Mental yang diusung Jokowi, karena pemerintah terlalu berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat tersebut menganggap Revolusi Mental semakin tidak terdengar. Program pembangunan manusia itu gaungnya justru dikalahkan oleh deru pembangunan jalan tol dan jembatan.

Menurut Budiyono, pandangan politik AHY dan keluarga besar Partai Demokrat (PD) tidak bisa dilepaskan dari pengaruh pemikiran SBY, sang ikon PD.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU