Tentukan Nasib Novanto, Inilah Keputusan Rapat Pleno Partai Golkar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Rapat Pleno Partai Golkar baru saja berakhir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan.

Antara lain, Rapat Pleno ‎memutuskan Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum Partai Golkar sampai praperadilan Setya Novanto.

“Apabila gugatan Setya Novanto diterima dalam peradilan, Plt dinyatakan berakhir,” ujar Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid, di DPP Partai Golkar, Selasa (21/11).

Nurdin melanjutkan, apabila praperadilan Novanto ditolak, maka Plt bersama Ketua Harian melakukan rapat pleno untuk menetapkan langkah selanjutnya. Yaitu, meminta Novanto untuk mundur. “Apabila Setya Novanto tidak mundur, maka akan diadakan rapat pleno untuk segera menggelar musyawarah luar biasa,” jelasnya.


‎Dalam melaksanakan tugasnya, Plt akan dibantu ketua harian, koordinator bidang dan bendahara umum.

“Kalau dalam prosesnya praperadilan dinyatakan P21, maka Plt gugur karena itu sama saja gugatan ditolak atau tidak bisa diproses lebih lanjut,” kata dia.

Berkaitan dengan Ketua DPR, Partai Golkar juga memutuskan akan menunggu hasil praperadilan. Nurdin tak ingin, posisi orang nomor satu di Senayan itu digantikan oleh partai lain.

‎Sementara itu, Idrus Marham mengatakan selama ia menjabat sebagai Plt Ketua Umum hanya akan menjalankan agenda rutin yang sudah tersusun. Antara lain, menyusun langkah-langkah pemenangan partai Golkar dalam Pilkada yang akan diselenggaran pada 2018.

“Untuk Sekjen, yang melakukan penandatanganan akan dilakukan oleh wakil sekjen. Tapi sebaiknya cukup satu orang saja, yang lain akan mendampingi kegiatan di bidangnya masing-masing,” katanya.

Menjelang berakhirnya rapat pleno partai Golkar, sempat beredar surat yang ditandatangi Setya Novanto tertanggal 21 November 2017. Dalam surat yang ditujukan kepada DPP Partai Golkar tersebut berbunyi tidak ada pemberhentian Novanto sebagai Ketua Umum partai Golkar. Dalam surat ini juga, Novanto menunjuk Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum.

“Plt Sekjen Yahya Zaini dan Aziz Syamsudin, demikian harap dimengerti,” tulis surat tersebut. (Achmad/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Yuk, Kenali Jenis Busana Tunik