Tandingi Jokowi, PKS Pastikan 9 Kandidat Merupakan Kader Terbaik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan, sebanyak sembilan nama yang ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon wakil presiden merupakan kader terbaik yang dimiliki oleh partai untuk Pilpres tahun 2019 mendatang.

“Pilpres ini sangat penting untuk PKS. Sembilan nama yang dimiliki PKS adalah kader terbaik yang siap kalahkan Pak Jokowi,” kata Mardani Ali Sera dalam rilis, Senin (26/3).

Menurut Mardani, PKS akan bersungguh-sungguh pada Pilpres mendatang dan optimistis mengusung sembilan capres yang dimilikinya.

Selain untuk memenuhi harapan masyarakat yang menginginkan Presiden baru, Mardani juga menambahkan pemenangan dalam Pilpres ini bila tercapai juga akan berpengaruh besar pada perolehan suara di Pemilihan Legislatif.

Sembilan calon yang diusung oleh PKS antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS periode tahun 2015-2020 Muhamad Sohibul Iman, dan Anggota Majelis Syuro PKS Anis Matta.

Selanjutnya ada pula nama lainnya seperti mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri, Anggota DPR RI Muzammil Yusuf, serta Anggota DPR RI Mardani Ali Sera.

Sebelumnya, Mardani Ali Sera menyatakan, PKS menunggu keputusan Partai Gerindra dalam mengusung pasangan capres-cawapres menghadapi Pemilu serentak tahun 2019.

“PKS komit akan berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung pasangan capres-cawapres pada Pemilu serentak tahun 2019. PKS dan Gerindra juga masih membuka komunikasi dengan partai politik lainnya untuk membangun koalisi,” kata Mardani di Gedung MPR/DPR/DPD RI.

Ia menjelaskan, siapa figur yang akan diusung sebagai capres-cawapres masih akan dikomunikasikan, antara PKS, Partai Gerindra, serta partai politik lainya sepertai Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Kemcer Di Curug Cipeteuy