Sindir Wacana Demokrat Usung JK-AHY, Romahurmuziy: Tidak Memiliki Prospek

3
172
Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuziy memberi tanggapan atas wacana yang dilontarkan Partai Demokrat mengusung Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono (JK-AHY) untuk Pilpres 2019.

Menurut pria yang dikenal dekat dengan Presiden Jokowi ini, wacana tersebut tidak memiliki prospek.

“Jadi saya bisa mengatakan bahwa wacana yang dikembangkan oleh Demokrat sama sekali tidak memiliki prospek untuk 2019 yang akan datang,” katanya di Jakarta, Selasa (3/7) malam.

Pria yang akrab disapa Rommy ini menjelaskan, ada dua alasan penting pasangan tersebut tidak memiliki landasan kuat untuk dapat terwujud. Pertama, menurutnya, tidak ada koalisi yang mengusungnya, mengingat Partai Demokrat tidak mempunyai cukup suara untuk mengusung sendirian.

“Hari ini kalau mengusung koalisi di luar pak Jokowi dan pak Prabowo maka hanya tiga partai politik yang bisa bergabung bersama yaitu Demokrat, PAN dan PKB. Sejauh ini saya tidak melihat satupun sinyal bahwa PAN dan PKB akan bergabung dalam satu koalisi dengan Demokrat,” katanya.

Baca juga: JK: Saya Tidak Punya Partai Untuk Nyapres

Kedua, lanjutnyam sejauh perjumpaannnya dengan Wapres M Jusuf Kalla, sampai sejauh ini juga tidak ada tanda-tanda untuk maju ataupun dikehendaki oleh kalangan sekelilingnya untuk maju menjadi calon presiden.

“Saya belum pernah mendengar, dalam seringnya saya bertemu pak JK, pak JK berkeinginan atau dikehendaki oleh orang sekelilingnya untuk maju menjadi calon presiden, belum pernah,” ujarnya.

Baca juga: JK Bersilaturahim ke Kediaman SBY

Sementara itu, ia memastikan PPP tetap akan berada dalam koalisi untuk mengusung Presiden Jokowi kembali pada pemilihan presiden 2019 mendatang.

Ia berpandangan, ke depan, sebaiknya Presiden Jokowi yang berasal dari golongan nasionalis dapat didampingi dari golongan agama. Meskipun demikian, ia menyerahkan kepada Presden Jokowi untuk memilih nama pendampingnya dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. (ARif R/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU