Rizal Ramli Prediksi Parpol Besar Akan Tenggelam Karena Mendukung Ahok

JAKARTA – Sikap dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dijadikan ukuran sebuah partai politik (parpol) akan besar. Setidaknya itu yang diprediksi mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli.

Rizal Ramli mengaku gerah dengan sepak terjang Ahok selama memimpin Jakarta.

“Saya terganggu karena Ahok melakukan penistaan agama,” kata Rizal Ramli di hadapan ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam acara Leaders Talk Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS 2017 di Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat, Selasa (7/3/2017).

Rizal juga menyampaikan slogan pemerintahan bersih yang kerap digaungkan Ahok sebatas jargon kosong dan bertentangan dengan praktik di lapangan.

“Saya terganggu karena Ahok memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena selama ini jargonnya transparan, namun dalam praktik banyak tipu-tipunya,” ucapnya.

Rizal pun berpesan kepada para kader PKS untuk terus memperjuangkan nilai-nilai yang dijunjung partai. Ia menilai, PKS memiliki peluang menjadi parpol yang besar. Alasannya, karena parpol tersebut tidak mendukung Ahok.

“Saya yakin PKS bisa lebih besar. Jika mendukung Ahok, akan tenggelam bersama-sama Ahok,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, parpol besar yang ikut mendukung Ahok bakal tenggelam terutama di daerah. Sebab, menurutnya, faktor agama di daerah jauh lebih kuat dibandingkan di Jakarta. Ia mengamati merosotnya pamor beberapa parpol besar setelah menyatakan dukungannya kepada Ahok. Ia menjelaskan, partai yang tadinya bisa meraup suara sebesar 18 persen maka setelah partai tersebut mendukung Ahok, kemungkinan akan drop menjadi 12 persen.

“Partai besar bermasalah bisa karena pilkada DKI, kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya partai besar karena mendukung Ahok di Jakarta. Yang 19 persen jadi anjlok menjadi 12 persen,” kata Rizal.

Rizal Ramli sangat mengenal PKS sejak masih berbentuk organisasi massa (Ormas). Ia menilai aktivitasnya kritis terhadap sistem pemerintahan Orde Baru masa Presiden Soeharto.

“Saya kagum dengan disiplin organisasi PKS. Jarang organisasi yang sangat disiplin seperti itu,” puji ekonom senior itu.

Ia berharap PKS harus tetap kritis dan aktif mendorong pemerintah bersih dan tetap bekerja untuk rakyat. Oleh karena itu nantinya, lanjut Rizal, PKS tidak hanya mencalonkan kepala daerah, namun juga mempertahankan, dan memperjuangkan nilai-nilai partai.

“Nilai itu yang kami ketahui mendorong pemerintahan bersih, pemerintahan yang bekerja, dan berjuang untuk rakyat, serta bersikap demokratis,” tandas Rizal.

Di Pilkada DKI Jakarta, PKS dan Partai Gerindra mengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta.

Sementara, PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Golkar dan Partai Hanura mendukung pasangan Ahok-Djarot.

EDITOR: Iwan Y

6 KOMENTAR

  1. Aamiin…
    Semoga prediksi ini benar lebih cepat lebih baik.
    Sudah membayangkan si nenek lampir stroke karena partainya gak dapat suara saat pileg mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.