PSI Berhasil Tempatkan 3 Kader di DPRD Kota Bandung, Unggul dari PKB dan PPP Yang Hanya 1 Kursi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Jawa Barat telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019, baik untuk Pileg maupun Pilpres pada Ahad (5/5) kemarin.

Beberapa kejutan muncul di reakpitulasi untuk perebutan suara di DPRD Kota Bandung. Pertama, PKS berhasil meraih suara terbanyak dengan mengumpulkan dukungan warga sebanyak 295.615 suara, sehingga akan menempatkan 13 kadernya di DPRD Kota Bandung.

Kedua, nasib buruk dialami PDI Perjuangan yang pada Pemilu 2019 ini hanya akan menempatkan 8 kadernya di DPRD Kota Bandung, turun dibanding periode lalu yang mampu raih 12 kursi. Hal ini karena perolehan suara PDI Perjuangan di Pemilu 2019 hanya mampu meraup 226.588 suara.

Yang mengejutkan berikutnya adalah, partai debutan Partai Solidaris Indonesia (PSI) mampu meraih dukungan yang besar di Kota Bandung dengan meraup 72.884 suara. Dengan perolehan ini, maka PSI diperkirakan mampu tempatkan 3 kadernya di DPRD Kota Bandung.

Perolehan kursi PSI ini, jauh lebih banyak dari partai sesama koalisi pengusung Jokowi-KH Ma’ruf di Pilpres 2019, PKB dan PPP.

PKB dan PPP harus puas hanya dengan masing-masing 1 kursi DPRD Kota Bandung. PKB hanya berhasil raih dukungan warga Kota Bandung sebanyak 51.957 suara, sementara PPP meraih 41.704 suara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER