Prabowo Sindir Pemerintah yang Terlalu Pro Asing

MATARAM – Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menyapa ribuan kader dan simpatisannya di Alun-alun Tastura, Kota Praya, kabupaten Lombok Tengah pada hari ini, Selasa (7/3). Prabowo hadir dalam rangka “Silaturrahim Indonesia Raya” yang digelar pengurus DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat.

Dalam pidato politiknya, Prabowo menyindir kebijakan pemerintah yang dinilainya terlalu pro kepentingan asing.

“Saya risau saudara-saudara, negara saya sudah merdeka tujuh puluh tahun lalu, tetapi masih miskin. Kekayaannya tiap hari dibawa ke luar negeri,” kata Prabowo.

Ia mengaku menangkap kegelisahan dari rakyat di berbagai daerah yang dikunjunginya. “Kok, sepertinya tidak ada keadilan. Kok sepertinya orang miskin tidak punya kesempatan. Kok kesannya kalau punya uang dihormati, kalau tidak punya diinjak-injak,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat agar lebih cerdas dalam menggunakan hak pilih. Karena, kata Prabowo, Tuhan tidak akan mengubah nasib rakyat, kecuali rakyat itu sendiri yang mengubah nasibnya.

“Dalam demokrasi, satu orang punya hak satu suara. Gunakanlah semua itu sesuai hati nurani, jangan terpengaruh karena uang,” tandasnya.

EDITOR: Harun S

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.