Poros Ketiga Jadi Alternatif Pemilih di Pilpres 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai kehadiran poros ketiga pada Pemilu Presiden 2019 membuat pemilih memiliki banyak alternatif kandidat pemimpin.

“Prinsipnya adalah semakin banyak calon maka semakin banyak alternatif bagi pemilih. Saya kira poros ketiga itu positif,” ujar Titi yang ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (19/3).

Ia menambahkan terbentuknya poros ketiga juga bermanfaat untuk menjaring pemilih yang mempunyai kriteria pemimpin, di luar dua poros koalisi partai yang telah ada.

Dua poros politik yang sebelumnya telah terbentuk adalah poros koalisi partai pendukung petahana Jokowi, yang terdiri dari PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, Golkar, dan PPP.

Sementara itu, poros koalisi partai oposisi diisi oleh Partai Gerindra dan Partai PKS.

Titi juga menuturkan selain menguntungkan pemilih, poros ketiga juga memberikan dampak positif bagi kontestasi pesta demokrasi mendatang.

“Jadi pemilih punya banyak pilihan kandidat, kompetisi juga menjadi lebih kompetitif. Dengan harapan poros baru ini betul-betul punya tujuan yang baik dan jujur,” tambah Titi.

Sebelumnya, Partai Demokrat berwacana untuk membentuk poros ketiga pada Pilpres 2019, dengan kemungkinan membentuk koalisi bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkita Bangsa (PKB). (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Jokowi, Propaganda Rusia dan Rand Corporation

Penggunaan istilah Propaganda Rusia ini menjadi masalah besar sebab dalam kapasitas apa Jokowi menyatakan hal tersebut? Apakah sebagai Presiden Republik Indonesia atau sebatas calon presiden (Capres)?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Bantah Keterangan Polisi, BPK Tegaskan Belum Pernah Audit Dana Kemah Pemuda Islam

Ternyata BPK menyatakan belum ada permintaan audit terkait kegiatan Apel dan Kemah Pemuda Islam 2017. Bahkan, BPK pun belum pernah melakukan ekspose terkait dugaan penyimpangan dana atas kegiatan tersebut yang menjerat Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

dr. Antina Nevi Hidayati, SpKJ