PKS Inginkan Calon Alternatif di Pilpres 2019

PATI, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan keinginannya memunculkan calon alternatif di Pemilu Presiden 2019 agar nantinya tidak hanya muncul calon tunggal.

“PKS tidak ingin bahwa pasangan calon presiden hanya satu paslon, yakni petahana. Apa kata dunia, ketika mengetahui negara dengan berpenduduk 250 juta jiwa ini ternyata mencari calon presiden hanya mendapatkan satu paslon, yakni petahana,” kata Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di sela-sela peringatan Hari Nelayan Nasional dan Milad ke-20 PKS di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jumat (13/4).

Untuk itu, lanjut dia, PKS terus menggelorakan mencari pasangan calon alternatif dan masyarakat ternyata menyambutnya.

Jika memang ada pasangan calon alternatif, kata dia, calonnya nanti harus menang sehingga ketika menang harus ganti presiden.

Akhirnya, lanjut dia, muncullah gerakan tagar #2019gantipresiden.

Ternyata, kata dia, gerakan tagar #2019gantipresiden semakin disambut masyarakat Indonesia.

“Sekarang tagar tersebut menjadi milik masyarakat, tidak didanai, ini atas kesukarelaan sendiri dan mereka membiayai pembuatan kaosnya. Dengan demikian, di bawah alam sadar mereka menginginkan perubahan dan pergantian presiden pada 2019,” ujarnya.

Atas gerakan yang semakin masif tersebut, imbuh Sohibul Iman, petahana harus menyadari bahwa ada yang tidak pas dalam pemerintahan saat ini.

“Ini sekaligus pesan bahwa ada yang tidak pas di pemerintah saat ini dan tahun 2019 nanti kami harus berkompetisi secara adil dan biarkan masyarakat yang memilih,” kata Mohamad Sohibul Iman yang juga mantan Rektor Universitas Paramadina itu.

Sebagai informasi, tagar #2019gantipresiden dipopulerkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Gerakan ini muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kaos, gelang hingga gelas (mug) yang bisa diperoleh di berbagai kanal penjualan.

Kehadiran Sohibul Iman di Desa Pecangaan juga melaksanakan berbagai agenda peringatan hari nelayan nasional, di antaranya dialog dengan nelayan, mengunjungi tanaman mangrove dan bertemu dengan petani garam serta memberikan bantuan cat untuk perahu nelayan di Desa Pecangaan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Turut hadir dalam peringatan hari nelayan nasional dan Milad ke-20 PKS tersebut Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri, Pengurus DPP Wilda Jatijaya Kamal Fauzi, anggota DPR RI Sutriyono, Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi dan sejumlah tokoh PKS lainnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.