PKS Ajak Masyarakat Berpolitik Secara Sehat

SEMARANG, SERUJI.CO.ID – Partai Keadilan Sejahtera mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan politik secara sehat dalam menghadapi pemilu maupun pilkada di semua tingkatan.

“Partai politik hadir bukan sekadar berkompetisi dalam pemilu atau pilkada, melainkan menyemarakkan serta menyehatkan kehidupan berbangsa melalui kegiatan langsung seperti olahraga bersepeda,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid di Semarang, Kamis (19/4).

Hal tersebut disampaikan Hidayat usai melepas 40 pesepeda yang menjadi peserta Tour de Jakarta dalam rangkaian kegiatan peringatan Milad Ke-20 PKS di Kantor DPW PKS Jawa Tengah.

Melalui kegiatan olahraga Tour de Jakarta, PKS juga mengajak semua pihak yang terlibat untuk berkompetisi dengan sportif, memaksimalkan potensi, tanpa harus menjatuhkan, apalagi memfitnah dalam semua tahapan penyelenggaran pemilu maupun pilkada.

“Kami sebarkan bahwa politik itu riang dan sehat. Oleh karena itu, tidak perlu gontok-gontokan, fitnah-fitnahan, dan sebar hoaks,” ujarnya didampingi Sekretaris Umum DPW PKS Jateng Ikhsan Mustofa dan Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said.

Menurut priabyang juga menjabat sebagai Wakil Letua MPR, hal seperti itu bukan karakter dari PKS yang sudah 20 tahun hadir di Indonesia.

“Kalau difitnah, kami doakan yang memfitnah segera mendapat hidayah dari Allah dan kembali ke jalan yang benar dalam berdemokrasi, serta mengedepankan kemaslahatan bagi rakyat dengan cara yang konstitusional,” katanya.

Ketua Solo Road Bike Communty (SRBC) sekaligus Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis menambahkan Tour de Jakarta akan menempuh jarak sekitar 508 kilometer serta akan dibagi menjadi tiga etape, yakni etape pertama Semarang-Tegal, etape kedua Tegal-Purwakarta, dan etape kedua Purwakarta-Jakarta.

“Ketiga etape ini kami targetkan dapat diselesaikan dalam waktu 88 jam, rombongan kami targetkan sampai di Jakarta pada tanggal 21 April 2018,” ujarnya. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER