Pengamat Imbau Sesepuh Golkar Tidak Intervensi Figur

0
43
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto, Ketum Golkar yang baru, menggantikan Setya Novanto. (Foto: Istimewa)

SURAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat Politik Emrus Sihombing mengimbau para sesepuh dan kader senior Partai Golkar tidak mengintervensi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto perihal figur sekretaris jenderal yang akan mendampinginya.

“Tak dapat dinafikan adanya manuver-manuver dari sesepuh dan kader senior yang hendak memaksakan dengan menitipkan nama untuk mengisi jabatan Sekjen,” kata Emrus Sihombing, melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Surakarta, Senin (25/12).

Menurut Emrus, sangat mungkin adanya pihak-pihak yang menitipkan nama kepada ketua umum untuk ditempatkan sebagai Sekjen Partai Golkar hasil Munaslub di Jakarta.

Rumors yang beredar, dalam beberapa hari terakhir di internal Partai Golkar masih terus terjadi manuver adanya perebutan dari kubu Jusuf Kalla serta kubu Luhut B Panjaitan, untuk menempatkan kadernya di posisi sekretaris jenderal.

Beredar juga Rumors, beberapa nama yang infonya akan ditempatkan di posisi sekretaris jenderal, mereka adalah, Ibnu Munzir yang disebut-sebut mewakili kubu Jusuf Kalla, serta Eko Wiratmoko dan Lodewijk yang disebut-sebut mewakili kubu Luhut B Panjaitan.

“Tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Partai Golkar, saya mengimbau pengisian nama-nama struktur partai dipercayakan kepada ketua umum, yang telah mendapat mandat sebagai formatur tunggal oleh forum Munaslub,” katanya.

Menurut Emrus, sesepuh dan kader senior hendaknya hanya sebatas memberi masukan, tapi jangan sampai mengintervensi, karena persaingan antar-faksi membuat Partai Golkar sulit menjadi solid.

Emrus menjelaskan, Munaslub adalah kondisi darurat dan terjadi dua kali Munaslub dalam waktu dua tahun.

“Partai Golkar saat ini, ibarat baru sembuh dari luka. Kalau masih ada titipan-titipan dan paksaan-paksaan, maka akan sulit melakukan konsolidasi,” katanya.

Emrus juga mengingatkan, Airlangga harus berani keluar dari pusaran intervensi dengan memilih sekretaris jenderal di luar nama-nama yang telah disebut-sebut.

Menurut dia, jika Airlanga memilih sekretaris jenderal salah satu dari dari nama-nama yang sudah beredar mewakili faksi-faksi, maka tetap terjadi kondisi tidak solid di internal partai. (Ant/SU01)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....