Pengamat Imbau Sesepuh Golkar Tidak Intervensi Figur

0
99
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto, Ketum Golkar yang baru, menggantikan Setya Novanto. (Foto: Istimewa)

SURAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat Politik Emrus Sihombing mengimbau para sesepuh dan kader senior Partai Golkar tidak mengintervensi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto perihal figur sekretaris jenderal yang akan mendampinginya.

“Tak dapat dinafikan adanya manuver-manuver dari sesepuh dan kader senior yang hendak memaksakan dengan menitipkan nama untuk mengisi jabatan Sekjen,” kata Emrus Sihombing, melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Surakarta, Senin (25/12).

Menurut Emrus, sangat mungkin adanya pihak-pihak yang menitipkan nama kepada ketua umum untuk ditempatkan sebagai Sekjen Partai Golkar hasil Munaslub di Jakarta.

Rumors yang beredar, dalam beberapa hari terakhir di internal Partai Golkar masih terus terjadi manuver adanya perebutan dari kubu Jusuf Kalla serta kubu Luhut B Panjaitan, untuk menempatkan kadernya di posisi sekretaris jenderal.

Beredar juga Rumors, beberapa nama yang infonya akan ditempatkan di posisi sekretaris jenderal, mereka adalah, Ibnu Munzir yang disebut-sebut mewakili kubu Jusuf Kalla, serta Eko Wiratmoko dan Lodewijk yang disebut-sebut mewakili kubu Luhut B Panjaitan.

“Tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Partai Golkar, saya mengimbau pengisian nama-nama struktur partai dipercayakan kepada ketua umum, yang telah mendapat mandat sebagai formatur tunggal oleh forum Munaslub,” katanya.

Menurut Emrus, sesepuh dan kader senior hendaknya hanya sebatas memberi masukan, tapi jangan sampai mengintervensi, karena persaingan antar-faksi membuat Partai Golkar sulit menjadi solid.

Emrus menjelaskan, Munaslub adalah kondisi darurat dan terjadi dua kali Munaslub dalam waktu dua tahun.

“Partai Golkar saat ini, ibarat baru sembuh dari luka. Kalau masih ada titipan-titipan dan paksaan-paksaan, maka akan sulit melakukan konsolidasi,” katanya.

Emrus juga mengingatkan, Airlangga harus berani keluar dari pusaran intervensi dengan memilih sekretaris jenderal di luar nama-nama yang telah disebut-sebut.

Menurut dia, jika Airlanga memilih sekretaris jenderal salah satu dari dari nama-nama yang sudah beredar mewakili faksi-faksi, maka tetap terjadi kondisi tidak solid di internal partai. (Ant/SU01)

Loading...
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama