Pemilu 2019, Yogyakarta Tetap Terbagi Dalam 5 Dapil

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kota Yogyakarta akan tetap terbagi dalam lima daerah pemilihan pada Pemilu 2019 seperti keputusan dari KPU RI melalui Nomor 277/PL.01.3-Kpt/06/KPU/IV/2018.

“Tentunya, kami akan segera melakukan sosialisasi mengenai keputusan KPU RI terkait daerah pemilihan pada Pemilu 2019,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto di Yogyakarta, Sabtu (7/4).

Menurut dia, penetapan daerah pemilihan tersebut akan berpangaruh pada strategi yanga kan diterapkan partai politik untuk memperoleh kursi di lembaga legislatif tingkat Kota Yogyakarta saat Pemilu 2019.

Keputusan KPU RI terkait daerah pemilihan di Kota Yogyakarta pada Pemilu 2019 tersebut sesuai dengan hasil uji publik daerah pemilihan yang digelar awal Februari atau rancangan pertama daerah pemilihan yang diajukan KPU Kota Yogyakarta.

Daerah pemilihan yang ditetapkan KPU di Kota Yogyakarta adalah Dapil 1 terdiri dari Kecamatan Kraton, Mantrijeron, dan Mergangsan dengan sembilan kursi. Dapil 2 terdiri dari Kecamatan Gondomanan, Ngampilan, Pakualaman, Wirobrajan dengan tujuh kursi, Dapil 3 terdiri dari Kecamatan Gedongtengen, Jetis dan Tegalrejo dengan delapan kursi, Dapil 4 terdiri dari Kecamatan Danurejan dan Gondokusuman dengan enam kursi serta Dapil 5 terdiri dari Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo dengan 10 kursi.

Penentuan kursi di tiap daerah pemilihan dilakukan berdasarkan jumlah penduduk sebanyak 410.262 jiwa dibagi jumlah kuota kursi di DPRD Kota Yogyakarta yaitu 40 kursi. Hasil pembagian adalah 10.256 yang kemudian dibagi untuk setiap kecamatan.

Pada uji publik tersebut diketahui bahwa hampir seluruh partai politik di Kota Yogyakarta berharap tidak ada perubahan dapil dan mengacu pada dapil yang sudah digunakan pada Pemilu 2014.

Selain menyampaikan masukan dan catatan atas berbagai rancangan dapil, dalam uji publik tersebut juga mengemukakan usulan agar penetapan dapil tidak dilakukan mendadak seperti tahun ini.

“Catatan tersebut juga sudah kami sampaikan ke KPU RI, yaitu penentuan dapil dilakukan setelah pemilu berakhir,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER