Nurdin: Idrus Akan Bujuk Setya Novanto Mundur

1
35
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto tengah berbincang dengan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (20/10). (Foto: Achmad/SERUJI)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan Pelaksana tugas Ketua Umum Idrus Marham akan menemui Ketua Umum Setya Novanto untuk membujuk tersangka dugaan korupsi KTP-el itu untuk mundur dari jabatannya di partai.

“Saya akan minta Plt Ketum Idrus Marham untuk menemui beliau (Setnov) dalam satu atau dua hari ini, supaya berkoordinasi agar Setnov legowo, berbesar hati dan lebih mengedepankan kepentingan umum. Saya yakin Setnov adalah seorang negarawan yang sangat bijaksana menyikapi semua kondisi,” kata Nurdin di Jakarta, Ahad (26/11).

Menurut Nurdin, pengunduran diri Setnov tersebut akan mempermudah partai dalam menentukan pemimpin baru dan menjalankan tugas partai dengan normal. Selain itu, dengan pengunduran diri Setnov dari jabatan ketua umum Partai Golkar, maka jabatan ketua DPR yang diembannya juga dapat diganti.

“Kalau beliau (Setnov) mengundurkan diri dari ketua umum Partai Golkar, maka dengan sendirinya kita bisa proses penggantian ketua DPR. Dua lembaga terhormat ini tidak boleh tersandera hanya karena persoalan pribadi Setnov,” jelasnya.

Kepastian kepemimpinan dalam tubuh Partai Golkar menjadi penting menjelang persiapan tahapan pemilihan kepala daerah 2018 dan pemilihan umum legislatif 2019. Ketua DPP Bidang Pengawasan Pembangunan Melchias Markus Mekeng mengatakan jika Munaslub tidak segera dilaksanakan, maka Partai Golkar terancam tidak dapat mengikuti Pilkada 2018 dan Pileg 2019, karena penandatanganan pencalonan kepala daerah dan caleg harus dilakukan oleh ketua umum definitif.

“Waktu persiapan pemilihan legislatif atau pilpres pun sangat singkat kalau ditunda-tunda,” kata Mekeng.

Sementara itu, rapat pleno DPP Partai Golkar telah memutuskan untuk menunggu kepastian hukum sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto. Hal itu dilakukan untuk menjunjung asas praduga tak bersalah kepada Setya.

“Kalau praperadilan ditolak, maka segera setelah ada hasil praperadilan, DPP harus segera mengadakan rapat pleno lagi untuk menetapkan waktu Munaslub. Agenda Munaslub adalah tunggal, yaitu pemilihan ketua umum baru,” ujar Mekeng. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
banjir

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Desa di Bojonegoro

BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Bubulan, dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang dengan ketinggian air berkisar 0,5-1 meter...

Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

DEMAK, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2). Calon gubernur yang berpasangan...
Penjahat ditangkap

Sembunyikan Sabu Dalam Pembalut, Penumpang Pesawat Diamankan

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - EW (41), perempuan penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Semarang, Jawa Tengah, ditangkap saat diketahui berusaha menyelundupkan 538 gram narkotika jenis sabu-sabu...
Akbar Tanjung

Akbar Tanjung Anggap Nomor 4 Bawa Keberuntungan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menganggap angka empat yang menjadi nomor urut parpolnya justru akan membawa keberuntungan atau mampu...

Citilink Kaji Penerbangan Rute Internasional Melalui Bandara Banyuwangi

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Maskapai penerbangan Citilink Indonesia sedang mengkaji kemungkinan membuka rute penerbangan internasional langsung ke Bandara Banyuwangi, Jawa Timur. Dirut Citilink Juliandra Nurtjahjo saat bertemu...
loading...
IMG_20180221_224758_367

Apa yang Kau Cari, Fahri Hamzah?

Fahri Hamzah, politisi paling populer tahun-tahun ini. Anggota DPR dari fraksi PKS ini sangat kritis terhadap segala hal yang dianggapnya tidak benar dalam penyelenggaraan...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...