NasDem Belum Membahas Soal Menteri Dengan Presiden Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari, mengatakan belum ada pertemuan dengan Presiden Terpilih Jokowi untuk membahas menteri dalam Kabinet Kerja jilid II.

“Kalau secara spesifik bahas kabinet belum ada, tapi diskusi soal jalannya pemerintahan ke depan sudah ada secara informal,” kata Taufik, seperti yang dilansir dari Antara, Rabu (3/7).

Ia mengatakan pertemuannya juga baru hanya dilakukan antara NasDem dan Jokowi tanpa melibatkan partai koalisi lainnya. Menurutnya, masih banyak waktu untuk pembahasan soal menteri dan kabinet bersama Presiden.

Ia juga berujar partainya menyerahkan sepenuhnya persoalan kabinet kepada Presiden dan Wakil Presiden terpilih dengan hak prerogatifnya.

Namun apabila diminta untuk mengisi kabinet, ia mengakui partainya sudah menyiapkan beberapa kadernya.

“Tentu kami sudah siap untuk menyiapkan siapa saja kader terbaik kita sesuai dengan kebutuhan Pak Presiden dan wakil serta kebutuhan kabinet itu sendiri,” tuturnya.

Selain itu, partainya juga menyambut positif wacana pembentukan kabinet dari kalangan muda.

“Kita sangat sambut baik karena memang di era saat ini memang membutuhkan figur-figur yang mampu dengan cepat melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada,” jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengisyaratkan pembentukan kementerian baru sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman, salah satu upayanya adalah memberikan tempat buat anak muda masuk dalam kabinet pemerintahan.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.