Muzakir Ingatkan Kader Partai Aceh Tidak Terlibat Narkoba

BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengingatkan kader partai politik lokal itu tidak terlibat narkoba.

“Kami ingatkan kader Partai Aceh tidak terlibat narkotika maupun obat terlarang lainnya,” tegas Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem di Banda Aceh, Kamis (12/4).

Mantan Panglima GAM itu menegaskan pihaknya tidak akan menolerir kader Partai Aceh yang terlibat narkoba. Jika terbukti menggunakan narkoba, akan langsung dipecat.

Mualem menyebutkan, narkoba tidak hanya musuh Partai Aceh, tetapi juga musuh seluruh masyarakat Aceh. Karena itu, kader Partai Aceh yang pernah bersentuhan dengan barang terlarang tersebut.

“Sekali lagi saya ingatkan, setiap kader Partai Aceh yang terlibat narkoba, saya pastikan akan dipecat. Karena itu, jangan pernah terlibat dan berurusan dengan barang haram tersebut,” tegas Muzakir Manaf.

Terkait dengan Pemilu 2019, mantan Wakil Gubernur Aceh itu mengatakan, kader Partai Aceh yang ingin menjadi calon anggota legislatif agar segera menyosialisasikan diri kepada masyarakat.

“Sosialisasikan mulai sekarang dengan cara yang sopan, baik, dan cerdas. Siapkan langkah dan strategi sejak sekarang, sehingga mampu menaklukkan hati masyarakat agar memilih Partai Aceh,” kata Muzakir Manaf.

Partai Aceh merupakan partai politik lokal yang didirikan para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Partai Aceh merupakan partai politik peraih kursi dominan pemilu legislatif 2009 dan 2014, baik DPR Aceh, maupun sebagian DPR kabupaten/kota. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

BPK dan Bencana

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER