Masuk Bursa Capres/Cawapres, Aher Pilih Merenung

JAMBI, SERUJI.CO.ID – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher akan merenung terlebih dahulu terkait namanya yang masuk bursa kandidat capres/cawapres Republik Indonesia berdasarkan hasil penjaringan internal oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Itu kan partai, kan saya belum bergerak apa-apa masih fokus kerja sebagai gubernur. Nanti saja, saya akan merenung dulu,” kata Aher usai memberikan materi kuliah umum di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Nurdin Hamzah Kota Jambi, Provinsi Jambi, Jumat (19/1).

Menurut Aher, dirinya masih memiliki waktu sekitar enam bulan untuk menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai Gubernur Jawa Barat sehingga belum terpikirkan untuk langkah politik selanjutnya.

“Saya akan mempergunakan waktu sisa enam bulan ini untuk terus berinovasi, melayani publik dengan sebaik-baiknya. Pokoknya akan happy ending menamatkan tugas saya sebagai Gubernur Jabar, jadi fokus saya hari ini itu,” kata dia.

Ketika ditanyakan apakah dirinya kaget atau tidak menyangka masuk dalam bursa capres/cawapres RI versi hasil penjaringan internal PKS, Aher enggan berkomentar lebih lanjut.

“Saya enggak tahu, tiba-tiba masuk dalam bursa, masuk sembilan nama, nomor satu lagi urutannya, nanti lah kita bicarakan,” kata dia.

Sebelumnya, Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai forum tertinggi di partai telah menyelesaikan Musyawarah Majelis Syuro VI PKS yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu, tanggal 13-14 Januari 2018.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menerangkan, Musyawarah Majelis Syuro VI PKS membahas tentang bakal calon presiden dan atau bakal calon wakil presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sohibul Iman menerangkan, PKS memajukan nama-nama kader hasil penjaringan internal guna ditawarkan kepada masyarakat dalam suksesi kepemimpinan nasional pada 2019.

Sebagai partai kader, ungkap Sohibul, PKS telah melakukan proses kaderisasi kepemimpinan dalam berbagai jenjang. Sohibul menerangkan, saat ini PKS memiliki stok kepemimpinan yang cukup banyak untuk menjadi bakal capres/cawapres pada Pemilihan Presiden 2019.

“Maka Musyawarah Majelis Syuro VI PKS menetapkan sembilan nama sebagai bakal calon presiden dan atau bakal calon wakil presiden hasil penjaringan internal,” ujar Sohibul di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (15/1).

Kesembilan nama Bakal Calon Presiden dan atau Bakal Calon Wakil Presiden hasil penjaringan internal sebagai berikut DR Ahmad Heryawan, Lc. MADR, M Hidayat Nur Wahid, M Anis Matta, Lc, Prof DR Irwan Prayitno, M Sohibul Iman PhD, DR H. Salim Segaf Al Jufri, Ir. Tifatul Sembiring, Drs. Al Muzammil Yusuf MSDR, dan Mardani Ali Sera. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Pemilihan Umum Rasa Adu Jangkrik