Koalisi Parpol Pendukung Jokowi Klaim Berhasil Raih Lebih 60 Persen Kursi DPR RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Koalisi partai politik (Parpol) pendukung pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf mengklaim berhasil meraih 349 kursi DPR RI dari 575 kursi yang tersedia dalam Pemilu 2019.

Koalisi Parpol yang bernama Koalisi Indonesia Kerja (KIK) ini meyakini dengan jumlah kursi di Parlemen yang diraih tersebut akan memperkuat dukungan pada Presiden Jokowi.

“Dengan kekuatan sekitar 349 kursi atau 60,7 persen kursi di parlemen, maka akan memuluskan program pemerintahan Pak Jokowi periode kedua,” kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Selasa (30/4).

Keyakinan perolehan suara tersebut, disampaikan Hasto berdasarkan perhitungan yang dilakukan internal koalisi.

“Berdasarkan perhitungan suara sementara di war room TKN, KIK akan menjadi mayoritas di DPR,” jelasnya.

Pria yang juga Sekjen PDI Perjuangan ini menjelaskan, program-program pemerintahan Jokowi yang sudah disampaikan saat kampanye terbuka, diharapkan dapat berjalan efektif, lancar, dan solid.

“Artinya, dengan mayoritas ini aspirasi rakyat yang diwakilkan kepada para anggota DPR dari KIK, nantinya dapat tersalurkan ke pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan sebanyak 12 lembaga survei kredibel, ada lima parpol anggota KIK yang memenuhi syarat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold empat persen.

Kelima partai politik itu adalah, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai NasDem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo

"Tenggelamkan!" yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Bantah Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, Begini Penjelasan Pemprov DKI

Malah kata Syaefuloh, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan anggaran rehabilitasi total gedung sekolah secara signifikan, terutama pada 2017 sampai 2020

Pangkas Anggaran Pendidikan Demi Formula E, PSI: Bukti Kepedulian Anies Sangat Rendah Pada Pelajar

Diungkapkan Anggara, bahwa untuk melaksanakan perhelatan balap mobil listrik tersebut, Pemprov DKI menganggarkan sebesar Rp1,16 triliun. Namun, anggaran sebesar itu ternyata diambil dengan cara memangkas anggaran lain yang jauh lebih penting.

Bertemu Dubes Saudi Siang Ini, Menhan Prabowo Akan Bahas Soal Habib Rizieq

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung pukul 15.00 WIB tersebut, Prabowo berharap dapat juga membahas soal klaim HRS yang mengatakan dicekal Kerajaan Arab Saudi.

Setelah 25 Tahun Bekerja Sebagai Dokter, Baru Ketahuan Ijazah Yang Digunakan Palsu

Ijazah kedokteran SU diketahui palsu setelah 25 tahun bekerja sebagai dokter di PT Pelni.

TERPOPULER

Terpilih Secara Aklamasi, Sutopo Kristanto Pimpin IKA ITS Periode 2019-2023

Pria kelahiran Tulungagung, 25 Desember 1954 ini menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Dwi Sutjipto yang merupakan Kepala SKK Migas. Adapun Sutopo sehari-harinya adalah Presiden Direktur PT Jaya Konstruksi.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close