Karena Dukung Prabowo-Sandi, Golkar Akan Pecat Ketua DPD Wonosobo

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dukungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah kepada pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga berbuntut panjang.

Pasalnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menilai apa yang dilakukan Ketua DPD Wonosobo, Triana Widodo beserta ratusan kader dan jajaran struktural DPD Golkar Wonosobo bertentangan dengan keputusan Munaslub Golkar yang memberikan dukungan pada paslon nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily menegaskan, partainya telah mengambil sikap tegas pada siapapun kader yang tidak mendukung keputusan Munaslub.

“Bagi siapapun kader Partai Golkar yang tidak mendukung pasangan di luar keputusan Munaslub, kami akan ambil langkah disiplin organisasi. Kami akan memberhentikan Triana Widodo sebagai ketua DPD Partai Golkar Wonosobo,” kata Ace melalui pesan tertulis yang diterima SERUJI di Jakarta, Senin (8/4).

Keputusan Munaslub Golkar Tegas Usung Jokowi Sebagai Capres di Pilpres 2019

Presiden Jokowi dalam sambutan Pembukaan Munaslub Partai Golkar 2017 di Balai Sidang Jakarta (JCC).

Dijelaskan Ace, bahwa keputusan mendukung capres nomor urut 01, Jokowi merupakan kebijakan Partai Golkar yang telah diputuskan dalam Rapimnas Partai Golkar tanggal 28 Juli 2016.

“Dan ditegaskan kembali dalam Munaslub Partai Golkar tanggal 19-20 Desember 2017 di Jakarta, yang merupakan forum tertinggi Partai Golkar,” tegas Ace.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Golar Wonosobo, Triana Widodo berserta sejumlah pengurus DPD Golkar Wonosobo menyatakan dukungan pada paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Triana bersama ratusan kader Golkar yang menemui capres nomor urut 02, Prabowo yang menginap di sebuah hotel di Yogyakarta, Ahad (7/4).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Zero Black Out, Mampukah PLN?

Black out tidak disebut secara eksplisit. Hanya menjadi bagian jabaran risiko produksi/operasi yaitu kerusakan peralatan. Inilah  masalah pokoknya. Sesuatu yang berakibat fatal tidak diidentifikasi secara cukup dalam dokumen rencana stratejik jangka panjang PLN.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

TERPOPULER