Kader Militan PDIP dan Demokrat Masuk Golkar

DENPASAR, SERUJI.CO.ID – Dua kader militan PDI Perjuangan Buleleng dan dua kader Partai Demokrat masuk Partai Golkar serta siap bertarung dalam Pemilihan Anggota Legislatif 2019.

Masuknya kader militan PDI Perjuangan dan Partai Demokrat itu secara langsung diserahkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Golkar oleh Keta DPD Golkar Bali, Ketut Sudikerta di hadapan ratusan kader partai berlambang beringin saat Orientasi Fungsinaris Partai Golkar di Denpasar, Sabtu (5/5).

“Secara resmi saya serahkan KTA Golkar kepada keempat kader baru ini sebagai tanda secara sah kembali bergabung ke Golkar,” ujar Sudikerta.

Dua mantan kader militan PDIP yang masuk Partai Golkar yakni Dewa Nyoman Sukrawan mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng sekaligus mantan Ketua DPRD Buleleng dan Arga Pynatih yang merupakan mantan Wakil Bupati Buleleng.

Selanjutnya I Gede Dharma Wijaya yang merupakan mantan Ketua Partai Demokrat Buleleng yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Buleleng dan AA Gede Granat Putra mantan Anggota DPRD Provinsi Bali dari Partai Demokrat juga memutuskan berlabuh ke partai berlambang beringin.

Sudikerata mengapresiasi niat keempat kader terbaik itu untuk bergabung kembali ke Partai Golkar dan berharap bisa bekerja sama untuk bisa memenangkan Pilkda 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019.

Selanjutnya Sudikerta yang juga Calon Wakil Gubernur Bali mempertanyakan alasan keempat kader militan itu masuk ke Partai Golkar.

“Sebenarnya orang tua saya adalah tokoh Golkar, karena dulu di tubuh Partai Golkar tidak sehat, makanya saya beralih ke PDI Perjuangan. Dan karena saat ini saya melihat Partai Golkar adalah partai yang bagus dan sehat sehingga saya kembali lagi ke Golkar,” ujar Dewa Sukrawan.

Dia juga mengaku memiliki basis massa yang kuat dan siap mmenenangkan Partai Golkar.

Senada dengan hal itu, Arga Pynatih yang juga mantan Wakil Bupati Buleleng menilai hal yang sama ada pada PDI Perjuangan bahwa tidak sehat di tubuh partai sehingga memutuskan untuk keluar dan berlabuh pada partai berlambang beringin tersebut.

“Dulu saya paling berjuang di PDIP namun karena saya tidak dianggap dan malah dianggap membangkang akhirnya saya memutuskan untuk masuk Partai Golkar,” ujar Agra Pynatih.

Kehadirannya di Partai Golkar diharapkan mampu mendorong perolehan suara partai pada Pilkada 2018 dan Pileg 2019. (Ant/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER