Inilah Sebab Prabowo Digugat Mulan Jameela dan Belasan Kader Gerindra

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Baru saja kalah dalam gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), dan ditolak permohonannya dalam penetapan hasil Pilpres di Mahkamah Agung (MA), kali ini Calon Presiden yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto harus menghadapi gugatan dari belasan calon anggota legislatif (Caleg) yang juga kader Partainya sendiri.

Diantara yang turut melakukan gugatan adalah caleg yang juga artis kenamaan, Mulan Jameela.

Prabowo digugat oleh opara caleg yang gagal lolos ke Senayan sebagai anggota DPR RI tersebut dalam kapasitasnya sebagai pimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

Dalam gugatan yang teregistrasi dengan nomor 520/Pdt.Sus.Parpol/2019/PN JKT.SEL, para penggugat mengajukan gugatan terhadap DPP dan Dewan Pembina Partai Gerindra untuk menetapkan mereka sebagai anggota terpilih DPR RI dari partai Gerindra.

Adapun yang jadi dalih dari para pemohona atas gugatannya adalah posisi mereka sebagai tokoh partai yang telah ikut berjasa meloloskan Gerindra menjadi partai pemenang kedua dalam Pemilu 2019.

“Bahwa inti gugatan ini adalah pelanggaran hak Para Penggugat selaku Anggota dan bahkan kader Partai Gerindra yaitu hak untuk menentukan kebijakan serta hak untuk dipilih (Pasal 15 ayat (2) UU Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik) oleh Para Tergugat karena tidak menetapkan Para Penggugat sebagai Anggota Legislatif dari Partai Gerindra yang secara rinci akan diuraikan dalam uraian pokok perkara,” bunyi kutipan gugatan perkara yang didaftarkan pada 26 Juni 2019 tersebut.

Selain Mulaan Jameel, tokoh Gerindra lain yang turut menggugat adalah Sugiono (Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra), Prasetyo Hadi (Ketua OKK DPP Partai Gerindra), Adnani Taufik (Ketua DPP Partai Gerindra); Adam Muhammad (Pengurus DPP Partai Gerindra).

Selain itu juga ada nama keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo yang menjabat Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Advokasi Perempuan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER