Gus Sholah: Kita Butuh Pemimpin Seperti AHY untuk Membuat Bangsa Lebih Baik

JOMBANG, SERUJI.CO.ID – Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, Solahuddin Wahid mengapresiasi kehadiran Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pilkada 2018 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di panggung politik Nasional.

“Partai Demokrat terasa berbeda dengan kehadiran mas AHY seorang tokoh nasional yang berintegritas tinggi dan sosoknya yang berkharismatik. Kita butuh pemimpin seperti mas AHY ini untuk membuat bangsa ini lebih baik,” kata Gus Sholah saat menyambut kehadiran AHY di kediamannya, di Jombang, Ahad (1/4).

Dalam pertemuan dengan AHY yang didampingi anggota Kogasma lainnya, Gus Sholah membahas tentang beberapa isu terakhir, termasuk tentang Pancasila dan posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

Pada kesempatan itu Gus Sholah juga memberikan beberapa buku tentang buah pemikirannya kepada AHY.

Sebelumnya, disela kunjungan safari politiknya di Jombang, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pilkada 2018 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyempatkan berziarah ke makam pendiri Nahdhatul Ulama (NU) KH. Hasjim Asy’ari dan Presiden RI ke-4 KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Bersama rombongan Kogasma, AHY berziarah ke kompleks makam keluarga yang berjarak lebih kurang 100 meter dari kediaman Pimpinan Ponpes Tebuireng, KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah).

Diiringi puluhan peziarah lainnya, AHY ikut berdzikir dan memanjatkan doa dengan khusyuk. Ia kemudian menaburkan bunga di makam Gus Dur dan dilanjutkan ke makam KH. Hasjim Asy’ari, yang juga merupakan Pahlawan Nasional.

ampak Komandan Kogasma AHY berziarah ke makam Gus Dur dan KH Hasjim Asy’ari di Ponpes Tebuireng, Jombang, Ahad (1/4/2018). (foto:Devan/SERUJI)

“Kehadiran kita tentu bertujuan mendoakan para tokoh Pahlawan Nasional yakni Gus Dur dan KH Hasjim Asy’ari dan ingin berdiskusi dengan Gus Sholah,” ujar AHY usai ziarah, di Jombang, Ahad (1/4).

Pada kesempatan itu AHY juga meminta dia restu pada Gus Solah untuk kelancaran tugasnya. (Devan/Hrn)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BPK dan Bencana

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER