Golkar Kukuh Mengusung Airlangga Cawapres Pendamping Jokowi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Politisi Partai Golkar Dave Laksono mengatakan partai berlambang beringin itu masih kukuh mengajukan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto menjadi calon Wakil Presiden (Cawapres) berpasangan dengan Jokowi.

“Kami sudah memberikan segala galanya yang kami miliki untuk pemerintah. Ini sudah selayaknya Pak Airlangga dicalonkan sebagai wakil presiden Pak Jokowi,” ujar Dave Laksono di Jakarta, Kamis (12/7).

Golkar, dikatakannya terdepan dalam memastikan program pemerintah mendapatkan anggaran dan terlaksana dengan baik.

Ia menegaskan dalam Partai Golkar semua satu suara mengajukan Airlangga sebagai Cawapres dari Golkar.

Terkait hasil survei sejumlah lembaga yang mengusulkan sosok nasionalis sebaiknya berpasangan dengan sosok religius, seperti ulama, santri, atau yang dekat dengan organisasi masyarakat keagamaan, Dave menyebut Golkar juga merupakan partai yang religius dan nasionalis.

“Golkar ini kan juga religius dan nasionalis, jauh sebelum Partai Demokrat mengatakan dirinya nasionalis religius, Golkar sudah mempraktikkan hal tersebut,” ucap Dave.

Ia mencontohkan dalam penentuan calon Legislatif atau Kepala Daerah, Golkar mempertimbangkan sosok religius dan nasionalis dalam kebijakan-kebijakan Golkar.

Apabila ke depan pilihan Jokowi tidak pada Airlangga, Golkar tetap merapat, tetapi akan meminta penjelasan atas keputusan yang diambil Jokowi.

“Harus dibicarakan lagi parpol duduk dengan Jokowi untuk mendapatkan penjelasan tegas mengapa Presiden mengambil keputusan itu,” ucap dia.

Ia yakin suatu kebijakan tidak diambil tergesa-gesa dan semena-mena tanpa melalui proses sehingga apabila penjelasan yang diberikan memang jelas semua partai harus legowo. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER