Golkar: Jangan Reduksi Kenegarawanan Tokoh Bangsa Demi Kepentingan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –¬†Partai Golkar meminta seluruh pihak tidak mereduksi nilai kenegarawanan tokoh-tokoh bangsa untuk kepentingan politik seperti kampanye.

“Para tokoh bangsa itu jangan direduksi kenegarawanannya untuk kepentingan politik semata. Bagaimanapun mereka sudah diakui kebesarannya oleh negara,” ujar politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat dihubungi di Jakarta, Rabu (28/2).

Ia mengatakan atas dasar tersebut, pihaknya dapat memahami kebijakan Komisi Pemilihan Umum melarang pemasangan gambar tokoh nasional atau pahlawan dalam kampanye politik.

Menurut Ace, bagi Golkar tokoh bangsa merupakan milik seluruh elemen bangsa, sehingga tidak pas jika sosoknya atau fotonya dimanfaatkan dalam kegiatan kampanye politik, kecuali tokoh tersebut masih aktif berpolitik.

“Para tokoh bangsa itu bukan hanya milik partai tertentu atau golongan tertentu saja. Mereka sudah milik semua elemen bangsa, kecuali kalau tokoh-tokoh tersebut masih aktif berpolitik, seperti Ibu Megawati dan Pak SBY,” jelas Ace. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER