Golkar Berharap “Head to Head” Dengan PDIP di Pilkada Jateng

1
84
Ketua DPD I Partai Golkar Jateng, Wisnu Suhardono

SEMARANG – Partai Golongan Karya berharap bisa “head to head” dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018.

“Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan ‘feeling’, kalau ‘head to head’ siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, ‘probability’-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono di Semarang, Ahad (13/8).

Ia menyebutkan bahwa secara teori, PDIP akan diuntungkan jika calon gubernur pada Pilgub Jateng 2018 itu ada tiga pasang.

“Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Partai Golkar akan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018.

“Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung,” katanya.

DPD I Partai Golkar Jateng juga intens menjalin komunikasi dengan semua partai politik guna memenangkan pasangan calon gubernur yang akan diusung.

Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri.

“Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Iqbal Wibisono mengatakan bahwa partainya mengusung Wisnu Suhardono selaku Ketua DPD I Golkar Jateng maju sebagai bakal calon pada Pilgub Jateng 2018.

“Sebanyak 35 DPD II kabupaten/kota se-Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Pak Wisnu,” katanya. (Hrn)

SUMBERAntara
BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

  1. Pintar nian ini penghuni pohon beringin yaa…
    Maksudnya biar siapapun yang menang tetap jokower gitu kaan…?!
    Hahaha, orang jatem sudah pintar sekarang om pasti mereka akan menjahui partai2 pendukung penista agama (Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, P3 dan PKB)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...
Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...