Gerindra Aceh Minta Prabowo Segera Deklarasikan Capres


BANDA ACEH, SERUJI.CO.ID – Pengurus dan kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) se-Aceh meminta ketersediaan Prabowo Subianto untuk segera mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dalam waktu dekat.

“Kami segenap keluarga besar Dewan Pimpin Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Se Aceh menyatakan sikap bersama 2019 yakni menyatakan dukungan penuh kepada Prabowo Subianto untuk menjadi calon Presiden tahun 2019-2024,” kata Ketua DPD Gerindra Aceh, T.A. Khalid di Banda Aceh, Rabu (14/3).

Pernyataan bersama tersebut dibacakan langsung Ketua DPD Partai Gerindra Aceh, T A Khalid dihadapan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Laksdya TNI (Purn) Moekhlas Sidik, wakil ketua umum, pengurus partai dan turut hadir Ketua Fraksi Gerindra-PKS DPR Aceh Abdurrahman Ahmad.

Dalam pernyataan berasama tersebut pengurus dan para kader partai Gerindra se Aceh menyatakan kesiapan dalam memperjuangkan dan memenangkan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang akan berlangsung 2019.

Pernyataan bersama yang ditanda tangani pengurus DPW dan DPC tersebut juga memberikan alasan dan pertimbangan mendasar pemberian dukungan tersebut kepada Prabowo Subianto, diantaranya yang bersangkutan akan mampu membangkitkan keterpurukan ekonomi.

Setelah membacakan penyataan bersama tersebut, Ketua DPD Gerindra Aceh menyerahkan langsung kepada Ketua Harian DPP Gerindra, guna disampaikan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Laksdya TNI (Purn) Moekhlas Sidik menyatakan pihaknya menyambut positif dan menyampaikan Alhamdulillah terhadap dukungan dan penyataan bersama yang disampaikan pengurus dan kader Gerindra Aceh untuk menjadi Presiden 2019.

“Kekuatan partai ada di daerah yakni mulai provinsi, kabupaten/kota, ranting kecamatan dan anak ranting desa dan Ketua DPD Aceh dan jajarannya mendeklarasikan bahwa seluruh kekuatan kita di Aceh struktur partai mengusulkan agar Gerindra mengusung Prabowo sebagai Presiden,” katanya. (Ant/SU03)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Membangun Kembali Budaya Bahari

Penjajah meninggalkan perangkat pelanggengan penjajahan melalui persekolahan. Persekolahan tidak pernah dirancang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close