Gemura Nilai Wiranto Layak Pimpin Hanura Lagi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Organisasi independen Gerakan Muda Nurani Rakyat yang merupakan mantan organisasi sayap Partai Hanura menilai sosok Wiranto layak kembali dipercaya memimpin partai.

“Untuk menghindari konflik yang berkepanjangan dan berpotensi melemahkan partai, bila perlu Pak Wiranto tampil kembali mengambil alih Hanura untuk menyelamatkan partai,” kata Ketua Umum Gemura Oktasari Sabil melalui keterangan di Jakarta, Selasa (16/1).

Oktasari yang pernah menjabat Wakil Sekjen Hanura saat Wiranto masih ketua umum, mengatakan dirinya tidak terlalu terkejut dengan konflik yang melanda Hanura saat ini. Ia menekankan sejak awal sudah memprediksi, selepas ditinggal Wiranto, pasti akan muncul gejolak di tubuh Hanura.

Hal ini menurutnya, disebabkan karena dua faktor. Pertama proses transisi kepemimpinan dari Wiranto ke Oesman Sapta Odang dinilai berjalan inkonstitusional, serta setelah Oesman Sapta memaksakan diri memimpin Hanura, terjadi migrasi politik di DPP Hanura.

Dia mengungkapkan hampir separuh dari kepengurusan DPP Hanura di bawah kendali Oesman Sapta adalah orang-orang baru yang dibawa oleh Oesman Sapta. Sebagian lagi merupakan orang-orang yang saat ini sebagai senator di DPD RI dan dari tempat lain yang belum mengenal mendalam Partai Hanura.

“Bisa dibayangkan bagaimana sebuah partai yang telah eksis 10 tahun lebih atau dua kali Pemilu, dipimpin dan dikuasai oleh orang-orang yang tidak pernah ada di partai,” jelas Oktasari.

Kedua, gaya kepemimpinan yang terjadi di Hanura hari ini, kata dia, tidak lebih dari sebuah perusahaan yang hanya diatur oleh beberapa orang.

“Jadi sekali lagi saya tidak kaget dengan konflik yang terjadi sekarang,” terang dia.

Oleh karena itu pula, jelas dia, sesaat setelah DPP Hanura di bawah kepemimpinan OSO ditetapkan melalui surat keputusan Menkumham, dirinya selaku kader Hanura yang sejak awal berjuang dan membesarkan partai dan mencintai Hanura dari dalam hati nurani, langsung melayangkan gugatan ke PTUN Jakarta yang saat ini sedang dalam proses banding.

Lebih jauh Oktasari menilai mosi tidak percaya terhadap Oesman Sapta Odang yang dilayangkan 27 DPD dan 400 lebih DPC, sebagaimana yang diberitakan, merupakan krisis kepercayaan yang baru pertama kali terjadi dalam demokrasi Indonesia.

Hal ini, menurut dia, sangat membahayakan bagi masa depan partai, apalagi menjelang pilkada serentak, pemilu legislatif, dan Pilpres.

“Sehingga menurut saya, langkah pemecatan ini sudah sangat tepat sebagai bentuk penyelamatan partai agar Hanura yang sudah besar ini tidak malah menjadi partai gurem di bawah Oesman Sapta Odang,” kata dia.

Dia menilai seluruh senior dan kader harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini sehingga dalam menentukan Ketua Umum nanti benar benar selektif.

Dia menyatakan bahwa Wiranto sangat layak memimpin kembali Hanura. Namun jika Wiranto tidak berkenan, menurut dia, masih banyak kader Hanura yang memiliki potensi dan kualikasi baik seperti mantan Kapolri Chairudin Ismail, mantan Kasad Subagio HS, mantan MenPANRB Yuddy Chrisnandi, Ketua Fraksi Hanura Nurdin Tampubolon, serta anggota DPR RI Farid Alfauzy.

“Dari kalangan perempuan kader internal Hanura ada Tari Siwi, Anggi dan lain-lain. Jadi Hanura tak kekurangan kader untuk tampil menjadi ketua umum yang telah melewati berbagai proses kaderisasi bukan kaum imigran politik,” tegas dia. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O