Gara-Gara Mobil Mewah Hary Tanoe, Massa Perindo dan PDIP Bersitegang di KPU

3
566
  • 101
    Shares
hary tanoe, mnc, perindo
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gara-gara mobil mewah yang dikendarai Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, massa Perindo bersitegang dengan massa PDI Perjuangan di depan gerbang kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (17/7).

Kejadian bermula saat Hary Tanoe yang mengendarai mobil Hummer bernomor pelat B 10 MNC diiringi massa Perindo mencoba masuk ke halaman kantor KPK pada pukul 13.30 WIB, untuk mendaftarkan caleg peserta pemilu. Saat bersamaan fungsionaris PDIP bersama massanya, telah berada di depan gerbang kantor KPU.

Melihat hal itu petugas pengamanan dari Perindo dan petugas keamanan KPU meminta massa PDIP memberi jalan agar mobil Hary Tanoe dapat masuk ke halaman KPU. Hal itu memicu ketegangan antara kedua kelompok massa. Massa  saling dorong dan aduk mulut di depan gerbang kantor KPU.

Sesuai dengan jadwal kedatangan yang telah dicatat KPU, Perindo mestinya terjadawal pukul 13.00 WIB dan PDIP dijadwalkan pukul 13.30 WIB.

“Tidak boleh begitu. Walau naik Hummer bukan berarti bisa lebih istimewa dibanding kami yang jalan kaki. Memangnya Hummer lebih terhormat,” kata politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu yang ikut dalam rombongan.

Baca juga: Jadi Tersangka, Hary Tanoe Dicekal ke Luar Negeri

Setelah sempat bersitegang beberapa saat, akhirnya petugas keamanan KPU tidak mengizinkan mobil Hary Tanoe masuk. Hary Tanoe dan sejumlah fungsionaris Perindo turun dari mobil dan berjalan kaki masuk ke kantor KPU.

Baca juga: Terkait Dukungan Hary Tanoe ke Jokowi, Jaksa Agung: Kasus Mobile8 Jalan Terus

Dalam pendaftaran caleg ke KPU hari ini, fungsionaris PDIP yang turut hadir antara lain Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP Andreas Pareira, Mindo Sianipar, Bambang Dwi Hartono.

Juga tampak Sri Rahayu, Wiryanti Sukamdani, Ribka Tjiptaning, Eriko Sotarduga, Arteria Dahlan, Adian Napitupulu, Eva Sundari, Charles Honoris, Ario Bimo, Henry Yosodiningrat, dan Masinton Pasaribu. (ARif R/Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

3 KOMENTAR

Comments are closed.

TERBARU