Denny JA Sebut 6 Tokoh Ini Yang Mampu Perbaiki Golkar

1
67
Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham dan Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid, di DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa ( 21/11).

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –┬áPendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali (Denny JA) menyebut enam tokoh Partai Golkar memiliki kualifikasi untuk memulihkan citra buruk partai berlambang pohon beringin yang kini terus berkurang elektabilitasnya.

“Selama tiga tahun terakhir, energi partai habis diserap oleh dua isu, yakni konflik internal dan isu korupsi. Partai Golkar harus menemukan jalan tol untuk memulihkan citra partai,” kata Denny dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (9/12).

Saat ini isu pergantian Ketua Umum partai Golkar melalui mekanisme Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) telah hangat diperbincangkan. Itu bisa menjadi pintu masuk untuk memperbaiki citra partai.

Menurut Denny, Partai Golkar memiliki harapan untuk melakukan pemulihan dari citra buruk yang terus mendegradasi elektabilitas partai itu. Paling tidak terdapat enam tokoh yang memiliki kualifikasi untuk menuju orientasi tersebut.

Keenam tokoh tersebut ialah Airlangga Hartarto, Dedi Mulyadi, Nusron Wahid, Idrus Marham, Meutia Hafidz dan Titiek Soeharto atau Siti Hediati Hariyadi.

“Mereka ini embrio baru Partai Golkar setelah Munaslub. Mereka mewakili Indonesia Barat, Tengah dan Timur,” katanya.

Ia menjelaskan terkait enam nama itu di antaranya Airlangga Hartarto. Dalam perspektif Denny, Airlangga merupakan seorang kandidat Ketua Umum terkuat yang akan membawa Golkar menuju perubahan citra.

“Publik membutuhkan Golkar yang bersih. Ini dalam rangka memutus diri dari riwayat buruk yang terlanjur melilit dan membuat partai ini terseok. Sebagai partai senior, Golkar juga harus bangkit,” katanya.

Sedangkan Dedi Mulyadi dianggapnya sebagai bintang yang tengah bersinar di Jawa Barat. Saat Indonesia terbelah oleh fragmentasi primordial, Dedi berani tampil dengan membawa pesan kultur yang toleran dan pro terhadap keberagaman.

Kemudian Nusron Wahid, sosok yang besar di Nahdhatul Ulama ini menurut Denny dapat menjadi “liaison officer” atau penghubung komunikasi antara Golkar dengan basis massa Islam Toleran dari Nahdhatul Ulama.

Indonesia Timur diwakili oleh Idrus Marham, seorang Sekretaris Jenderal di dua masa kepemimpinan Golkar, Yakni saat dipimpin oleh Abu Rizal Bakrie dan Setya Novanto. Loyalitasnya terhadap pimpinan menjadi teladan bagi para kader Golkar.

Diferensiasi latar belakang politik di internal Partai Golkar dapat menjadi lebih berwarna dengan kehadiran dua Srikandi yakni Meutia Hafidz, mantan jurnalis profesional dan Titiek Soeharto, puteri Presiden kedua Indonesia sekaligus God Father bagi Partai Golkar. (Ant/SU01)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Wapres Minta Menag Revisi 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin untuk merevisi daftar pendakwah yang direkomendasikan karena sebelumnya dikeluarkan Kemenag hanya...

Banyuwangi Masuk Kota Cerdas ASEAN

BANYUWANGI, SERUJI.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bersama dengan Jakarta dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, masuk dalam jaringan Kota Cerdas ASEAN atau ASEAN Smart...

Korban Tewas Jatuhnya Pesawat di Kuba Jadi 111 Orang

HAVANA, SERUJI.CO.ID - Jumlah korban tewas pada salah satu bencana udara terburuk di Kuba meningkat menjadi 111 pada Senin (21/5), sementara Meksiko menangguhkan kegiatan...
ekonomi syariah

MUI Dukung 200 Daftar Mubaligh

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mendukung langkah Kementerian Agama yang merilis daftar nama mubaligh karena sifatnya untuk pencegahan terhadap...
Siswa SMA/MAN

Jawa Timur Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Korsel

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Timur menjajaki kerja sama pendidikan dengan Korea Selatan setelah ada pertemuan kepala sekolah SMA/SMK se-Surabaya dengan sebuah konsultan...