Calon PKS Dinilai Harus Miliki Frekuensi Pemenangan yang Sama

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman menyebut perlu adanya pemahaman mengenai frekuensi pemenangan yang sama bagi para calon kepala daerah partai tersebut pada Pilkada 2018.

“Mereka perlu mendapatkan pemahaman dasar, perjuangan dan visi misi dari PKS. Kita berharap adanya frekuensi suhu perjuangan yang sama pada para calon,” ujar Sohibul dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (4/1).

Hal itu ia sampaikan mengingat pada Pilkada 2018, kader PKS yang maju sebagai calon kepala daerah hanya 20 persen, sementara 80 persen merupakan individu nonkader.

Sohibul menerangkan, PKS baru mengumpulkan seluruh calon kepala daerah karena posisi strategis Pilkada serentak 2018.

Menurut ia, Pilkada 2018 memiliki dampak sangat besar karena 70 persen pemilih dalam Pemilu 2019 akan terlibat.

“Bahkan pemilihan gubernur di tiga provinsi di Pulau Jawa sudah mencakup 40 persen pemilih,” ujar Sohibul menambahkan.

Selain itu dari sisi waktu, Pilkada 2018 merupakan periode untuk memanaskan mesin partai menuju pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019.

“Juni pendaftaran Pemilu Legislatif dan Agustus sudah pendaftaran Capres. Pilkada 2018 ajang memanaskan mesin partai agar terus menggelinding, tidak ada jeda menuju 2019,” katanya.

Dalam kegiatan konsolidasi tersebut, Sohibul pun menyatakan partainya menargetkan kemenangan sedikitnya 60 persen dalam Pilkada serentak yang akan diselenggarakan di 171 daerah pada tahun 2018.

“PKS menargetkan kemenangan 60 persen. Tapi bukan berarti 40 persen sisanya kita kasih, kita tentu ingin 100 persen,” ujar Sohibul.

Sohibul meminta kader PKS di seluruh Indonesia berjuang untuk merealisasikan target tersebut.

Dia juga mengingatkan kepada partai koalisi agar sama-sama memperjuangkan calon yang didukung bersama.

Sejauh ini PKS telah menetapkan sembilan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 45 pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, dan 16 pasangan calon bupati dan wakil bupati. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Ahok Menohok

Di Hari Kebangkitan Nasional Website Berisi Karya Denny JA Diluncurkan

Denny JA meluncurkan website 300 karyanya di website DENNY JA’s WORLD. Peluncuran webside ini bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional.

Pembunuhan Jurnalis: Selebriti Dunia Menuntut Pertanggungjawaban Pemerintah Israel

Lebih dari 100 selebriti dan artis mancanegara menuntut pertanggungjawaban pemerintah Israel terhadap pembunuhan jurnalis Shireen Abu Akleh.

Bela UAS, Netizen Indonesia Banjiri Akun Medsos Pejabat Singapura

SERUJI.CO.ID - Akun media sosial Presiden Singapura Halimah Yacob...

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Sudah 2 Minggu Jari Kaki Terasa Kebas, Apa Sebabnya?

Mengapa jari kaki saya berasa kebas/baal sdh 2 minggu dan ga hilang kebasnya .. sy sdh minum obat neutotopik dan kaki saya jg spt ketarik dr mulai pinghul hingga ke tungkai

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Segarkan Wajah dengan A I U E O