Caleg Gerindra Terpilih Wajib Setor Ratusan Juta ke Partai Sebelum Dilantik, Begini Penjelasannya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Seluruh Calon Anggota Legislatif (caleg) dari Partai Gerekan Indonesia Raya (Gerindra) yang terpilih pada Pileg 2019, harus siap-siap kembali merogoh kantong sebelum dilantik sebagai anggota legislatif.

Pasalnya, para caleg tersebut diwajibkan menyetorkan sejumlah dana kontribusi ke partai yang jumlahnya bervariasi dari Rp50 juta hingga Rp100 juta

Kewajiban caleg terpilih menyetor sejumlah uang ke Partai Gerindra itu tertuang dalam surat edaran (SE) Nomor: JR/07-1102/A/DPD-GERINDRA/2019 Perihal Kontribusi Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota Terpilih 2019. SE tersebut beredar luas di jejaring kirim pesan, Whatsapp (WA).

Dalam SE bertanggal 16 Juli tersebut disebutkan bahwa anggota kontribusi caleg terpilih untuk DPRD Tingkat Provinsi Jawa Timur adalah sebesar Rp100 juta. Sementara untuk caleg terpilih tingkat DPRD Kota/Kabupaten sebesar Rp50 juta.

Lewat surat yang ditandatangani Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno dan Bendahara Ahmad Hadinuddin serta ditujukan ke seluruh caleg terpilih, ditegaskan juga bahwa dana kontribusi tersebut sudah harus disetorkan ke rekening partai paling lambat 27 Juli 2019.

Surat DPD Gerindra Jatim kepada caleg terpilih yang berisi kewajiban menyetorkan dana kontribusi sebelum pelantikan sebagai anggota DPRD periode 2019-2024.

Keputusan untuk mewajibkan dana kontribusi ini, disebutkan berdasarkan rapat koordinasi antara DPP Gerindra dengan DPD Gerindra Jatim pada 16 Juli 2019 yang berlangusng di Jakarta.

Ini Alasan Gerindra Mewajibkan Dana Kontribusi Sebelum Pelantikan Caleg Terpilih

Prabowo saat kampanye di Blora, Jateng, Kamis (14/2/2019). (foto:capture video GerindraTV)

Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim, Ahmad Hadinuddin membenarkan keberadaan surat edaran tersebut.

“Itu adalah instruksi langsung dari partai yang menjadi kewajiban bagi anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang terpilih menjadi wakil rakyat sebelum mereka dilantik,” kata Ahmad Hadinuddin saat dikonfirmasi, Kamis (18/7).

Kontribusi tersebut, kata Hadinuddin, sebagai wujud rasa terima kasih yang dilakukan oleh anggota kepada partai. Pasalnya, menurut Hadinuddin, selama pemilu yang lalu, semua pembiayaan kampanye dan saksi dibayar oleh partai.

“Dana yang keluar dari caleg murni untuk kepentingan caleg, tidak untuk kepentingan partai. Dana itu sebagai rasa terima kasih caleg terpilih kepada partai,” ujarnya.

Pria yang terpilih kembali pada Pileg 2019 ini menilah, dana kontribusi yang diwajibkan partai tersebut sesungguhnya jauh dari layak, karena hanya dibebankan sekali dalam lima tahun selama menjadi anggota DPRD.

“Dana ini juga sebagai salah satu indikator penilaian loyalitas anggota kepada partai. Kalau partai membutuhkan maka kader harus siap. Ini tidak melangar hukum karena ini makanisme internal partai,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER