Buang Kebohongan Award PSI ke Tong Sampah, Demokrat Siapkan Langkah Hukum


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan piagam Kebohongan Award kepada Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait hoaks 7 kontainer surat suara sudah tercoblos.

Award dari PSI itu langsung dibuang Demokrat ke tong sampah. Tak hanya itu, partai tersebut juga akan mempolisikan PSI terkait aksi ‘award’ tersebut.

“Kami buang ke tempat sampah award itu. Walau kami Partai Demokrat bukanlah partai yang sedikit-sedikit suka melapor ke polisi, namun ada rencana kami untuk melaporkan Ketum dan Sekjen PSI yang menandatangani award itu,” kata Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Jumat (4/1).

Jansen menilai pemberian ‘Kebohongan Award’ kepada Andi Arief telah melampaui fakta hukum saat ini.

Baca juga: PSI Beri Kebohongan Award untuk Prabowo, Sandiaga, dan Andi Arief

Jansen menyebut PSI tengah mem-framing Andi Arief sebagai pelaku penyebar hoaks. Padahal, menurutnya, cuitan Andi hanya berisi permintaan kepada KPU mengecek kebenaran isu itu.

“Apa maksud PSI memberi Kebohongan Award itu? KPU saja tak melaporkan Andi Arief. Pemanggilan saja belum ada terhadap Andi Arief, apalagi putusan hukum,” ujarnya.

“Tindakan PSI ini sudah melakukan framing politik melebihi putusan hukum. Dan anak-anak PSI ini memang harus belajar bahasa Indonesia lagi. Suruh baca ulang tweet Andi Arief. Meminta dicek kebenaran kok dikatakan hoaks,” imbuhnya.

Baca juga: KPU: Bukan Karena Twit Andi Arief Baru Kami Cek Kontainer

Selain itu, kata Jansen, sikap PSI yang langsung menuduh Andi sebagai pelaku penyebar hoaks adalah sangat arogan.

“Apa yang dilakukan PSI ini menunjukkan arogansi politik kekuasaan dan kekerdilan cara berpikir mereka. Inilah kalau partai diisi para ABG. Mumpung sedang bersama koalisi penguasa, lantas bikin award, menuduh orang lain melakukan kebohongan, padahal belum terbukti secara hukum. Jadi selain sebagai partai, PSI ini perlu belajar politik dan harus belajar hukum lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, PSI memberikan “Kebohongan Award Awal Tahun 2019” kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief. Lantaran ketiga nama itu dituding PSI sudah membuat kebohongan pada awal tahun 2019.

“PSI membuat sebuah Kebohongan Award karena pada awal tahun baru sudah terjadi tsunami kebohongan,” kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany dalam jumpa pers di Basecamp DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (4/1). (SU05)

19 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close