KPU Tabanan Komitmen Tekan Angka Golput

TABANAN, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan, Bali bertekad menekan angka golput dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) gubernur dengan mengintensifkan sosialisasi ke perguruan tinggi, salah satu di antarannya ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Advaita setempat.

Komisioner KPU Kabupaten Tabanan, I Putu Gede Weda Subawa di Tabanan Selasa (17/4) menjelaskan, kunjungan sekaligus sosialisasi ke perguruan tinggi menyasar para pemilih pemula dengan harapan dapat menyalurkan hak pilihnya dengan baik sesuai hati nurani.

Selain itu mampu menekan angka golput sekecil mungkin sehingga pelaksanaan pilkada dapat terlaksana dengan baik.

I Putu Gede Weda Subawa menjelaskan, pihaknya menargetkan peranserta masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada sebanyak 80 persen dari total jumlah pemilih di daerah “gudang beras” di Bali itu sebanyak 354.000 orang.

Sementara KPU Bali menargetkan peranserta masyarakat sebanyak 77,5 persen dari jumlah pemilih, sehingga target untuk Kabupaten Tabanan lebih tinggi dari tingkat Provinsi Bali yakni 80 persen.

Oleh sebab itu KPU Tabanan selain mengintensifkan sosialisasi pilkada ke kampus juga melakukan hal yang sama untuk menjangkau 30 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK).

Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Stikes Advaita Tabanan, Hesteria Friska Armynia Subratha mengatakan, kegiatan sosialisasi pilkada kepada mahasiswa merupakan hal yang sangat bagus, karena bisa memberikan pelajaran politik dan pengetahuan tentang kadidat yang maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Bali.

“Kami harapkan dengan tahunya mereka tentang para kandidat bisa mengurangi keinginan untuk golput,” ujarnya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Prabowo dan Ratu Adil

Orang-orang besar selalu hidup dengan gagasan besar. Dalam melihat kebesaran Prabowo, tentu saja kita bisa mengamati beberapa pikiran, sikap dan langkahnya beberapa waktu terakhir ini. Diantaranya adalah pertama, Anti Impor.

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER