Ketum PPP: Peluang Duet Jokowi-Prabowo Masih Terbuka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengatakan peluang duet Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih terbuka lebar.

“Semua opsi cawapres pak Jokowi masih terbuka, termasuk dengan Prabowo,” ujar Romahurmuziy sesuai menghadiri acara puncak Harlah ke-84 GP Ansor di Green Pramuka Square, Jakarta, Selasa (24/4) malam.

Pria yang akrab disapa Romi itu membeberkan Presiden Jokowi akan berbicara mengenai opsi calon Wakil Presiden pendampingnya, secara terbuka di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (25/4) besok.

“Besok malam kita akan melihat di salah satu stasiun televisi, pak Jokowi akan mengatakan semua opsi cawapres masih dibuka. Ini sesuai dengan pernyataan saya,” beber Romi.

Romi mengatakan PPP sangat terbuka dengan siapapun pilihan cawapres Jokowi nantinya. Tidak terkecuali jika Jokowi pada akhirnya memutuskan berdampingan bersama Prabowo Subianto.

“Saya kira demi kebaikan bangsa ini, kalau kemudian ujaran kebencian yang ada sekarang didasarkan atas pilihan presiden yang berbeda, dan itu bisa disatukan dengan bersatunya dua pemimpin, bagi PPP mengapa tidak,” ujar Romi.

Dia menekankan yang terpenting bangsa ini dapat melalui proses demokrasi Pilpres dengan aman, damai, beradab, bermartabat, serta kontestasi demokrasi menyenangkan serta menghibur bagi rakyat.

Acara puncak Harlah ke-84 GP Ansor dihadiri sejumlah tokoh antara lain Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Ketua Umum PPP Romahurmuziy selaku cucu pendiri GP Ansor, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie, politisi Gerindra Moreno Suprapto, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto, serta unsur Polri.

Dalam sambutannya Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Coumas mengatakan GP Ansor sebagai garda terdepan penjaga NKRI, saat ini ingin mendekatkan diri dengan kalangan millenial.

Menurut Yaqut, jika GP Ansor tidak berusaha mendekatkan diri dengan kalangan millenial, maka kalangan millenial akan didekati kelompok anti-NKRI dan anti-keberagaman. (Ant/SU02)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER